CATATAN DARI PENULIS

Blog ini berisi tentang kumpulan puisi yang ditulis dan dibuat langsung oleh smile.

smile menyukai puisi, dan hanya bisa mengekspresikan diri melalui untaian kata dalam kalimat puisi.

Puisi yang bercerita tentang CINTA, KEBENCIAN,EMOSI,RENUNGAN,KESEDIHAN,HARAPAN, ANGAN DAN CITA CITA, PUJIAN ,DAN SEMUA ASPEK YANG TERJADI DALAM KEHIDUPAN.

Walau smile bukanlah siapa siapa dan bukanlah penyair kenamaan, tapi smile akan tetap dan terus berpuisi, dan bagi yang ingin mengunggah atau mengkopinya silahkan, asal meninggalkan pesan di kotak pesan atau mengirim email ke :
mr_smile333@yahoo.com
, dan semoga semua puisi yang telah ada dan akan terus ada, bisa menjadi inspirasi buat semua pengunjung setia blog smile " KUMPULAN PUISI-smile"

MengCopas tanpa ijin adalah suatu perbuatan memalukan yang menodai laskar pelangi anak bangsa.....


Terimakasih,
Salam Hangat



WORD of SMILE

Start every day with a smile and get it over with. ~W.C. Fields

A smile is an inexpensive way to change your looks. ~Charles Gordy

The robbed that smiles, steals something from the thief. ~William Shakespeare, Othello

Beauty is power; a smile is its sword. ~Charles Reade

A smile is the universal welcome. ~Max Eastman

You're never fully dressed without a smile. ~Martin Charnin

It takes seventeen muscles to smile and forty-three to frown. ~Author Unknown

All the statistics in the world can't measure the warmth of a smile. ~Chris Hart

Peace begins with a smile. ~Mother Teresa

peace,
smile

KUMPULAN PUISI BUATAN ASLI LASKAR PELANGI ANAK BANGSA

.

Senin, 17 Mei 2010

SUDUT PANDANG

SUDUT PANDANG



Disini kudengar jerit meraung raung
Disusul kemudian tangisan sikecil
dari tiada menjadi ada
muncul dalam suatu proses kelahiran
menjelma menjadi sesosok kehidupan
LAHIR
KELAHIRAN

Dilain sisi kehidupan
Sesosok tubuh tua terbaring lemah
nafas yang tersendat,
dan ajal yang hendak menjemput
suasana begitu hening
semua mata tertuju padanya
Berakhirkah semua?
Tiba akhirnya
Malaikat pencabut nyawa…
hilang seketika putus terbawa
MATI
KEMATIAN

Disebelah lainnya kudengar kesakitan
Erangan dalam penderitaan
Mungkin saja infus tersambung
atau saja darah mengalir
bisa juga organ tubuh tak berfungsi
badan lemah dan terasa nyeri
SAKIT
dan PENYAKIT

Yang akhir disudut berbeda
Suatu kebahagiaan
dalam taburan bunga warna warni
Alunan musik memecah sunyi
Dua sejoli berdiri
Dalam pelaminan megah berhias
Mengucap janji
tuk sehidup semati
Terdengar mereka berjanji, “Ku kan setia sampai mati”
Dihadapan saksi dan dihadapan sang Ilahi
NIKAH
PERNIKAHAN

Satu lahir dan satu mati
satu sakit dan satu sehat
satu tertawa dan satu menangis
satu menikah dan satu,..berceraikah?

Jika hidup hanya untuk menunggu mati,
perlukah hidup itu?
Jika mati karena hidup,perlukah kelahiran itu?
Jika sembuh hanya karena sakit, perlukah sakit itu,atau perlukah sembuh itu?
Jika menikah hanya untuk bercerai, perlukah menikah itu?
Jika bersumpah hanya untuk dilanggar, perlukah sumpah itu?

Hidup adalah usaha menjaring angin
perlukah angin itu?
atau bodohkah yang menjaringnya itu?

Semua terlihat sia sia, atau malah terlihat begitu berharga?
dari sudut pandang yang berbeda
dari pemikiran yang berbeda
Dari kehidupan yang berbeda


smile
May 17th-2010
Dan bagaimana itu diartikannya


(T)UHAN ( Bagian 3 - masih dalam perbedaan )

(T)UHAN
( Bagian 3 - masih dalam perbedaan )

Tak cukupkah kulukiskan Engkau
Dalam imajinasi dan khayalanku
Sama sekali tidak pernah habis
Dalam pengertian dan pikiran
Juga dalam pembahasan yang tak berujung
Terbayangkah jika guruh bergemuruh memekik bumi
Atau ketika gelombang pasang ....
Tinggi menjulang menghantam karam,
Menyapu daratan
Serta angin berputar memilin memporakporandakan
Jika itu sudah dikatakan luarbiasa,
Bagaimana penciptanya?
(T)uhan , titik.
Ketika orang bangun dipagi buta,bersujud padaMu
Ketika orang mengangkat dupa,menyembahMu
Ketika orang berlutut, dan berdoa padaMu
Apakah semuanya tak masuk hitunganMu
Atau …
Kau pilih dan lalu Kau pilah
Sebaris demi selapis
Padahal dikatakan Kasih-Mu melebihi segalanya...?
Apakah kemudian semua kepatuhan
Dan juga semua ketaatan
Berlalu begitu saja...(tanya)
Jika (T)uhan adalah direktur,
Bukankah yang harus dinilai adalah pekerjaannya
Dan bukan semata mata statusnya belaka?
Jika (T)uhan adalah Guru,
Bukankah harus mencerdaskan muridNya
Dan ingin semua berarti serta berguna oleh pekerjaan tangan-Nya?
Jika (T)uhan adalah kepala
Bukankah tak ingin tercerai berai bagian tubuh-Nya?
Seandainya aku boleh memilih
Aku memilih untuk tidak dilahirkan
Dan sama sekali tidak pernah melihat dunia serta semua keindahannya
Jika hanya untuk melihat begitu banyak perbedaan
Dalam suatu kesatuan
Jika dikatakan Engkau adalah jalan dan kebenaran dan hidup
Bukankah mereka yang menyebutmu dalam (T)uhan yang berbeda
Dalam hidup yang yang beraneka
Seharusnya tak akan pernah sia sia
Jika (T)uhan tak membeda bedakan manusia
Kenapa banyak perbedaan dalam jagat raya
Dan ketika (T)uhan diimajinasikan sebagai taman bunga
Bukankah dengan
keaneka ragaman, bermacam harum serta mewangi
bisa menjadi semakin asri?
Lepas bebas dalam sebuah dunia yang katanya
Tumpah ruah
Tumpang tindih
Berbagi kelas dan berbeda kasta
(T)uhan dalam perbedaan
Atau (T)uhan dalam kesatuan
Jika kepercayaan yang tertua kemudian disebut sia sia
bukankah Tuhan pertama kali diperkenalkannya?
Menurutku (T)uhan punya ribuan nama
Dalam setiap ucapan dari bermilyar manusia
Bukankah tetap harus disembah dan mutlak pada akhirnya?
Sekali lagi
Ketiga kalinya
Kukatakan
(T)uhan itu tetap (T)uhan
by smile
May 12nd-2010

(T)UHAN ( Bagian 2 – dalam perbedaan )

(T)UHAN
( Bagian 2 – dalam perbedaan )

  
Kenapa (T)uhan menciptakan manusia yang berbeda..
Jika Dia ingin disembah dengan satu cara…
Kenapa (T)uhan kemudian diam dalam perbedaan
Jika sebenarnya ingin persatuan
Manakah yang lebih (T)uhan pilih, umat disini, atau umat disana
Akankah (T)uhan tak adil…
Dengan membiarkan yang satu dan memperhatikan yang lain
Dengan menyayang yang satu dan tak acuh terhadap yang lain
Bukankah (T)uhan itu Maha Adil dan bijaksana?
Keanekaragaman membawa warna
Atau membawa bencana , juga petaka
Jika yang satu berkata (T)uhan Maha Besar,
Dan yang lain berkata Allahu Akbar,
Serta yang diseberang  berkata God is Mighty
Siapakah yang akan didengar oleh-Nya?
Dan bila cinta dua anak manusia
Berkata dalam (T)uhan yang berbeda
Berdoa dalam (T)uhan yang tak sama
Haruskah terpisah, dan cinta tak usah lagi ada?
Jika (T)uhan disebut sempurna,
Kenapa Dia menciptakan ketidaksempurnaan dalam dunia
Jika (T)uhan itu ESA
Kenapa Dia menciptakan kejamakan dalam semesta
Dan ketika kreasinya berjumpa
Serta bercengkrama dalam warna warni dunia
Haruskah kembali terpisah
Hanya karena pengucapan (T)uhan yang berbeda
Jika hidup manusia di-skenario-kan oleh-Nya
Dan semua jalan telah ditentukan dari mulanya
Untuk apa gentar melaluinya
Jikalau memang semua itu akan indah pada waktunya
(T)uhan...
Itu tetap (T)uhan
Smile,May 10th 2010

Minggu, 09 Mei 2010

(T)UHAN

(T)UHAN

Bagiku (T)uhan adalah Maharaja
Yang disembah oleh semua raja dunia
Bagiku (T)uhan adalah sutradara
Dan kita adalah aktor dan aktris-Nya
Ketika Arsitek merasa seperti (T)uhan
Dan merasa ciptaannya paling sempurna
Aku hanya tersenyum,
Karena (T)uhan adalah arsitek yang sebenarnya
Yang tak pernah gagal
Dalam membuat semua :
Rancangan
Gambar
Dan hasil ciptaan
Sesuai Rencana-Nya
Dan bagiku juga (T)uhan adalah
Makamah terAgung
Yang membawahi semua hakim, jaksa dan pengacara
Jika presiden adalah pemimpin tinggi suatu negara
(T)uhan memimpin semua presiden dunia
Untuk menyembahNya
Baik  : Kristen, Katholik, Islam, Budha, Hindu, dan lainnya
Semuanya dengan berbagai cara menomorsatukan-Nya

Dan kenapa (T)uhan mencipta begitu banyak suku, ras, dan agama?
Karena CINTA yang dapat mempersatukannya
Dan jika seseorang merasa besar dan mulia
Bagaimana (T)uhan sendiri merasa siapa diriNya?
Jika seseorang taat kepada (T)uhan dan agamanya
Apakah (T)uhan tak melihat semua ketaqwaannya?
Bagiku (T)uhan itu unik
Sutradara terhebat
Hakim teragung
Arsitek terhandal
Maharaja serta Maha presiden tentunya
Jika seorang Raja begitu dimuliakan
Dan seorang Presiden begitu dihormat
Perlakuan apalagi yang harus kita perbuat?
Kepada-Nya?
(T)uhan itu Kreator sejati
Yang Mahasempurna
(T)uhan itu ya (T)uhan, dengan huruf T
(T)uhan itu ya Allah, dengan huruf A
(T)uhan itu ya Alloh , dengan huruf A
(T)uhan itu ya Elohim, dengan Huruf E
(T)uhan itu ya Yehowa, dengan huruf Y
(T)uhan itu ya Yahweh, dengan huruf Y
(T)uhan itu ya adonai, dengan huruf A
Atau yang lain menyebutnya (T)uhan, dengan bahasanya
Atau menyebut (T)uhan dengan pengertiannya
Jika Dia adalah (T)uhan,
Biarkan Dia dengan keberadaan-Nya

Dan jika kita adalah manusia
Biarkan kita menjadi layaknya seorang manusia
(T)uhan itu, Ya (T)uhan
Bagi seorang smile
Tuesday, May 04th-2010

Minggu, 25 April 2010

CINTA

 CINTA
    mawarAKU bicara perihal Cinta????…

Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.

Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.

Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.

Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.

Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.

Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.

Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.

    Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
    Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.

    Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.

    Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.

    Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;

Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;

Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu.

PERSAHABATAN

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih
dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.


Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa
dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya,
kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri,
pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.


    Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan
henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata,
dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan
terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.


Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita;
Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.


    Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih yang masih menyisakan pamrih,
di luar jangkauan misterinya,
bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan:
hanya menangkap yang tiada diharapkan.


Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu,
biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, 
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?


Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu,
bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan,
biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, 
hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

WAKTU

WAKTU


Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.


Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu 
dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.


Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai,
diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.


Namun keabadian di dalam dirimu
adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.




Dan bahwa yang bernyanyi
dan merenung dari dalam jiwa,
senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.


Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa
bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya,
dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta,
pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?


Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta,
tiada terbagi dan tiada kenal ruang?
Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim,
biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,
Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam
dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

H I D U P

HIDUP

Hidup itu nafas...
Nafas itu hembusan...
Hembusan itu kehidupan...
Kehidupan itu tantangan
Juga perjuangan …

Ambisi dan luapan asa berjuta rasa

Hidup itu emosi, juga kesabaran
Kebodohan juga kebajikan
Penantian dan kesia sia an
Kesuksesan dan kehancuran

Hidup itu penuh luapan.
Luapan hari dengan kesibukan
Ledakan ide ,gagasan, dan semangat juang

Bisa juga manjakan pikiranku dengan gelimangan
Atau hanya  penatkan diri berpeluh
Dan sekedar membuang waktu demi masa

Hidup bagiku mencari dan mencari
Pasti dan tak pasti, atau..
Aku tak perduli
Melihat dan tiada berpaling,berujung pandang

Atau pergi, sirna, hilang  tak kembali lepas

Suka dan duka bisa kusembuyikan
Luka dan derita bisa kusisihkan

Jika senang, itu kurasakan
Juga kebahagiaan itu kuterima karena karunia
Atau karena ikatan kuat dan genggaman erat, mencengkram

Kadang hariku berlalu tiada terhenti
Walau hanya sekejap untuk berdiam diri

Berpacu dalam waktu
Dan berkejar dalam detak

Tertatih,atau terseret, dunia tak perduli
Jika puncak berdiri tegak
Tentu jurang menanti curam, dalam dan terjal

Bertahta kah
Atau hancur berkeping debu...

Hidup katanya hanya untuk menunggu mati
Dan mati hanya karena kehidupan

Pasti dan tidak bisa ditawar lagi
Silahkan bercermin diri
Untuk apa hidupmu kali ini
Jadi berarti berkilau permata
Atau jadi sampah, bau dan membusuk

Hidup itu sekali lagi hanya nyawa
Dan nyawa sekali lagi untuk hidup
Jika kembali dikatakan sia sia
Jadikan itu berarti
Karena hidup hanya sekali.

Hidup bagiku, sungguhberarti.

by smile

HIDUP
hidup itu berarti

ANJING HINA

Bagiku kamu hanya anjing yang menggonggong
Menyalak tanda tak galak
Bergigi tanda diktator
Berkuku hanya untuk menyakiti

Padahal semua itu palsu
Dan tiada satupun membuatku takut, untuk memotong motongmu
Mengiris dan memakanmu

Karena boleh tatapan merah matamu
Bak serigala liar yang hendak menerkam ganas, mengintaiku

Tapi biarlah semua tahu, kamu hanya menggonggong
Dan terus menggonggong, hingga putus uratmu

Kamu sok idealis, sebagai penjaga
Tapi kamu hanya binatang jalang dimataku

Kamu sok idealis menjadi pemangsa,
Tapi kau tak lebih dari seorang anak anjing beringus
......ah

Kalau saja kutemui kau sekali lagi
Akan kubuat derita baru buatmu
Akan kugantung kau dipenjuru kota
Agar semua mata tertuju padamu
Dan melempari satu persatu dengan batu
Bila rajam tak cukup untukmu,
Aku punya 1001 lagi rasa sakit
Yang bisa kulukiskan dan kutimpakan kepadamu
Agar kau meminta mati dariku
Dan mencium jari jari kakiku
Karena kertakan dan erangan kematianmu
Menunggumu yang tak kan kunjung datang
Yang tak akan kuberikan sekejap mata
........karena sekali anjing
Kau tetap memakan tahimu
melahap kotoranmu
Ataupun luka luka membusukmu
Dan tak perlu lagi kuangkat sedikitpun harkatmu
Karena kamu tetap kotor dan hina dimataku

Hai anjing, pergilah dari hidupku.
Karena penyiksaan kekal telah kupersiapkan matang bagimu

Dan untuk semua keturunanmu
Menderitalah kamu, dengan kertak gigimu
Dengan erangan kesakitan tiada hentimu
Dengan airmata darahmu...

karena kamu memang
Anjing Hina dimataku


by smile
April 24th-2010

Minggu, 04 April 2010

PUTRI

Awal.
Kuterima kamu sebagai seorang putri

Kuraih dan kupegang erat
Dalam sebuah perhelaan
dalam sebuah persimpangan, tak pasti

Tak ada lagi asal kelabu,
Aku tidak mau tahu.
Biarkan semua itu hilang berlalu
Dan jadi cerita lalu

Yang ada sekarang hanya kamu
Kamu dengan sejuta cerita sedihmu
Kamu dengan semua sedu sedanmu
Dan kamu dengan semua puzzle hidupmu

Aku tahu
dan Tak lagi ragu
Kembali kukatakan yang lalu
Biarlah jadi cerita lalu

Tapi tetap.
Debu kembali menjadi debu
Dari tanah kembali ke tanah

Tiada ada lagi asmara
Ataupun cinta buta

Tiada ada lagi mesra
atau senyum menggoda

Bagiku kamu ternyata tetap kamu
Yang tak berubah dengan semua kehidupan lalumu
Yang gilang gemilang bak mutiara
Yang berkilau bak intan di samudra raya

Tapi ternyata kelam seperti laut hitam
Dan gelap seperti dunia orang mati

Semua panglima, dan penatua
Semua benteng dan barikade
Musnah,kuhancurkan
Dan remuk tak berbekas, kululuhlantakan
tak bersisa

Hingga semua terbuka dari yang tertutup
Dan semua bahagia, dari yang sedih nestapa

Apalagi yang perlu kuperbuat
Kalau hanya muka berhadap muka
Dan nyawa bertarung jiwa
Tak ada sangsi dan tak ada lagi  ragu
Tak mundur demi setapakpun
Jika aku memang mau, aku tahu.
Dan tiada yang bisa menghalangiku

Tapi kau memang bukan untukku
Yang kembali lagi, tak jemu,
Dalam hidup lalumu
Yang kembali lagi, tak jemu,
Membuatku malu

Mungkin jika jalan masih panjang
Harapan , kesempatan dan juga waktu
Aku ingin semua menjadi baru

Karena kau membutakan mataku
Dan menghancurkan duniaku
Pergilah dari hidupku
Dan biarkan aku
Yang tak tahu
Dan tak pilu
untuk bisa menghapusmu
Dari relung hati dan jiwaku..

Dulu itu kaku,
Dulu itu mustahil
Tapi sekarang mudah,
Seperti membalik telapak tanganku
Karena bagiku, kamu bukan cerita lalu
Tapi kamu cerita yang tak pernah ada

Hiduplah dalam duniamu, dan aku dalam duniaku
Hiduplah dengan maumu, dan aku dengan mauku
Hiduplah kamu dengan kemunafikanmu, dan aku dengan kejujuranku

Karena ternyata, kamu memang bukan untukku,

Dan ratusan hari yang kulalui bersamamu
Tak bisa merubahmu

Sia sia….
semua sia sia…dan tak berguna
Karena kamu memang bukan untukku

Akhir….
Dan kulepas kamu, tetap sebagai seorang putri.



by smile
ApriL,04th -2010

Biarlah Dari debu kembali menjadi debu
Dan tanah kembali menjadi tanah

LASKAR PELANGI ANAK BANGSA's Blog