CATATAN DARI PENULIS

Blog ini berisi tentang kumpulan puisi yang ditulis dan dibuat langsung oleh smile.

smile menyukai puisi, dan hanya bisa mengekspresikan diri melalui untaian kata dalam kalimat puisi.

Puisi yang bercerita tentang CINTA, KEBENCIAN,EMOSI,RENUNGAN,KESEDIHAN,HARAPAN, ANGAN DAN CITA CITA, PUJIAN ,DAN SEMUA ASPEK YANG TERJADI DALAM KEHIDUPAN.

Walau smile bukanlah siapa siapa dan bukanlah penyair kenamaan, tapi smile akan tetap dan terus berpuisi, dan bagi yang ingin mengunggah atau mengkopinya silahkan, asal meninggalkan pesan di kotak pesan atau mengirim email ke :
mr_smile333@yahoo.com
, dan semoga semua puisi yang telah ada dan akan terus ada, bisa menjadi inspirasi buat semua pengunjung setia blog smile " KUMPULAN PUISI-smile"

MengCopas tanpa ijin adalah suatu perbuatan memalukan yang menodai laskar pelangi anak bangsa.....


Terimakasih,
Salam Hangat



WORD of SMILE

Start every day with a smile and get it over with. ~W.C. Fields

A smile is an inexpensive way to change your looks. ~Charles Gordy

The robbed that smiles, steals something from the thief. ~William Shakespeare, Othello

Beauty is power; a smile is its sword. ~Charles Reade

A smile is the universal welcome. ~Max Eastman

You're never fully dressed without a smile. ~Martin Charnin

It takes seventeen muscles to smile and forty-three to frown. ~Author Unknown

All the statistics in the world can't measure the warmth of a smile. ~Chris Hart

Peace begins with a smile. ~Mother Teresa

peace,
smile

KUMPULAN PUISI BUATAN ASLI LASKAR PELANGI ANAK BANGSA

.
Tampilkan postingan dengan label puisi ekspresi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi ekspresi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2016

MENGENANG REFORMASI



Mereka tak mau kedudukan
Juga gila Kekuasaan…
Apalagi harta…atau tahta

Mereka hanya berteriak lantang
Menjerit mengaduh dalam gaduh
Membela nasib jelata
Dari himpitan raksasa ibukota

Mereka tak berpolitik
Mereka juga tak bertaktik penuh intrik
Bukan juga  wakil rakyat
Yang duduk mengantuk dalam kursi parlemen

Mereka bergerak untuk rakyat
Walau bukan wakil rakyat
Mereka berderap dalam barisan
Menyuarakan ketidakadilan
Menyerukan perubahan
Menginginkan kesejahteraan

Inikah harga sebuah reformasi?
Dalam tendangan, pukulan, injakan
Ditunggangi dan dimanfaatkan,
Oleh segelintir penghianat perusak bangsa
Entah berseragam atau tidak
Entah binatang atau manusia
Atau serigala berbulu domba?

Mereka hanya ingin Indonesia
Berubah, dan terlepas dari cengkraman dasamuka
Bukan ingin minyak wangi dan mobil mewah
Atau dielukan bagai maharaja

Hanya mau satu,
Indonesia

Walau nyawa melayang
Darah mengucur…merah berserak
Walau terlindas dan tergerus barikade
Atau tertencap kawat berduri

Tetap setia berkumandang dalam gelegar
Satu hasrat Untuk perubahan bagi negeri
Bangsa besar yang terhilang
Terkungkung dalam cengkraman beribu hari

Hingga kata “berhenti”
Menjadi saat berarti bagai permata mutiara
Menjadi tonggak reformasi
Dimulai sebuah riwayat
Diukir sebuah sejarah
Perubahan untuk Indonesia


REFORMASI, harga mati
Berarti merubah negeri…
Didedikasikan untuk semua mahasiswa penggerak terciptanya reformasi 18 tahun yang lalu…Mei 1998 Tonggak sejarah bangsa Indonesia
Untuk semua mahasiswa yang gugur dalam memperjuangkan reformasi
Semoga reformasi yang tercipta dengan linangan airmata, cucuran darah merah berserak, menjadi berarti…dan terkenang menjadikan semangat tinggi untuk membangun negeri dalam melepaskan diri dari kebobrokan korupsi.


Mei 2016 ( 18 tahun setelah 1998)
 





 
SUMBER Gambar : http://archive.beritacenter.com/author/indahdimata/page/765/

Senin, 23 Juni 2014

PRABOWO ATAU JOKOWI

Prabowo atau Jokowi
Semua harus dipilih dari hati
Dengan hati-hati
Dan dengan pilihan sendiri
Karena hati tak bisa dibeli
Atau dimanipulasi
Bahkan diintervensi

Pemimpin negeri harus dipilih dari hati
Memerintah bukan dengan tangan besi
Seperti kata Kwik Kian Gie
Atau dengan Gurita tirani
Namun harus jujur dan mawas diri

Pemimpin boleh banyak berjanji,
Namun harus menepati
Pemimpin boleh banyak berkata
Namun juga harus banyak kerja

Prabowo atau Jokowi
Semuanya putra terbaik bangsa
Bukan boneka parpol atau komoditas politik semata

Jangan lagi hancurkan negeri
Dengan hadirnya politisi yang suka halusinasi
Atau wakil rakyat yang suka korupsi
Lupa dengan janji
Hanya mementingkan diri pribadi

Sialan!
Tikus got!
PENGHISAP DARAH RAKYAT!
 
Jika kita tak memilih dengan hati
Dari setiap potensi
Yang dimiliki putra kebanggan milik NKRI
Prabowo atau Jokowi
Maka negeri ini akan mati....

Jika nomor 1 berarti bukan no 2
Jika nomor 2 berarti bukan no 1
Saya memilih Jokowi,
Anda memilih Prabowo,
Atau sebaliknya….
Golput bukan solusi,
Yang akan menambah kesengsaraan negeri ini
9 Juli saatnya nanti

INDONESIA akan berubah
Dari barat sampai ke timur,
Dari Aceh sampai Papua,
Kita semua Bhinneka Tunggal Ika
Hanya kita, yang bisa merubah nasib bangsa 
dan negara kita
Dengan memilih pemimpin sejati
Yang terlahir untuk membangun negeri
Negeri kaya dan madani
N K R I, harga mati
Prabowo atau Jokowi….

Kita pilih dari hati nurani……
Setiap anak negeri………
Mari……
Pilih pemimpin sejati
demi kemakmuran negeri...


by :

Jumat, 09 Agustus 2013

AKU, MUSISI JALANAN



Kupetik gitar dalam alunan
Kususuri setiap jalan dan pertokoan
Melantunkan tembang dan lagu kenangan
Demi mencari penghasilan, juga pengalaman

Aku bukan pengamen,
Yang pantas dihina dan diberi recehan
Aku bukan pengamen,
Yang pantas ditangkap karena mengganggu ketertiban

Aku hanyalah musisi jalanan
Yang tak punya gedung studio
Aku hanyalah musisi jalanan
Yang tak punya kesempatan menjadi bintang

Namun aku bukan pengamen, yang bisa dihina maupun di caci
Karena aku musisi jalanan, yang bersenandung mencari pengalaman
Jalanan adalah tempatku
Dan dari tiap sudut kota lah, terlantunkan suaraku

Asaku menghibur dengan seni,
Bukan memaksa meminta recehmu
Seni mengalir dalam darahku,
Untuk itu jalanan lah yang menjadi ladangku

Biarkan aku bermain gitar,
Dan meniup harmonikaku…
Agar terlantunkan tembang dan laguku,
Yang bisa menghiburmu,…

Jangan kau pandang sebelah mata
Jika musisi jalanan sedang berkarya
Karena kami ini seniman, bukan preman
Kami musisi jalanan, yang menyalurkan kesenian kami dijalanan

Jika aku melangkah dalam pinggiran jalan raya ,
Atau dalam sudut maupun perempatan kota
Biarkan aku terus berkarya,
Bukan menjadikanku seperti wabah….

Karna hanya nasib kita yang berbeda
Jika kamu bermain disana, aku bermain disini
Jika kamu punya sarana, aku hanya punya gitar tua
Namun aku bukan pengamen, yang hina ataupun nista
Karena sekali lagi kukatakan, AKU MUSISI JALANAN



. . . . . . . .





Musisi jalanan, bagiku kalian adalah musisi sejati,
Yang tak menyerah kepada keadaan,
Yang tak tunduk kepada kesusahan
Walau seribu jeratan menghimpit,kalian tetap tegar melantunkan

Semoga nasibmu dimasa depan, dapat membawamu kepada kehidupan yang lebih baik….
Puisi ini didesikasikan untuk semua musisi jalanan, Semoga Tuhan memberi selalu ketegaran, dan kelancaran untuk hidup kalian semua….Karena kesuksesan tidak datang tanpa usaha dan perjuangan


 











Hari lebaran 09 August 2013

Selasa, 09 Juli 2013

DARI DEBU KEMBALI MENJADI DEBU!

Tak perlu kau tunjukkan imanmu
Tak perlu kau pertontonkan sebagai suatu kebanggaan di depan aku
Tapi bersujud sajalah, menyebut besar namaNya,
Dengan kunci pintumu, masuk dalam ruangmu,tanpa semua orang harus tahu.

Tak perlu kau sibukkan aku, disaat itu adalah kesibukanmu
Tak perlu kau hunuskan pedang, untuk membela yang tak patut kau bela.
Karna kamu kecil bagai pasir berserak, dan debu yang tertiup angin

Jika kamu merasa besar, jadilah kecil dihadapan Tuanmu
Janganlah kau bawa amarah, ketika kau lantunkan ayat syurga.
Janganlah kau cabik-cabik kebebasan, karna dunia ini bukan hanya untukmu semata

Janganlah kau bersembunyi dibalik jubahmu,atau dibalik busanamu
Karna perlu kamu tahu, busanamu tak menyelamatkanmu
Dan sandangmu, tak bisa menyembunyikanmu dari kesirnaan.

Jangan kau pikir dengan ,melantunkan kata, kamu mendapat pahala,
Karna kalau kamu tak mengerti artinya, itu bodoh semata
Atau tak kau amalkan isinya, buat apa, Percuma!

Kamu minta ucapanku, ketika harimu tiba,
Namun kau diam seribu bahasa, ketika hariku tiba
Kamu selalu berkata ini aku, dan tak peduli siapa orang selain kamu

Kamu selalu berkata tentang kebersihan,padahal hatimu kotor seperti sampah
Dengkimu sedalam samudera,dan intimidasimu bagai tirani besi
Engkau menyangkal aku, namun selalu membicarakan aku

Engkau membengkokkan jalan yang lurus,
Dan membutakan matamu sendiri
Kamu tidak cerdik seperti ular, dan tidak tulus seperti merpati

Karena hatimu kelam segelap malam
Dan dengkimu merah, semerah kirmizi

Kamu terus membutakan dan membutakan
Baik matamu, maupun mata hatimu
Karena kamu takut, kebenaran akan mencabik dagingmu
Dan menyayat para leluhurmu

Kamu buta dan juga tuli
Tak ada obat untuk menyadarkanmu.
Hingga akhir akan datang, dan awal akan bermula
Kita lihat siapa yang menang, dan siapa yang kalah

Kita lihat, siapa yang bertahan, dan siapa yang akan sirna.
Karena kebebalanmu, menguasai hati dan pikiranmu
Sehingga dungumu tak pernah berangsur sirna
Karna selamanya kamu akan terperosok, tanpa pernah mau mendaki naik
Entah apa julukan yang pantas untuk kuberikan padamu
Sibebal dari Barat?
Sibodoh dari Utara?
Sisesat dari Timur?
Atau Sipandir dari Selatan?

Masih banyak jalan menuju Roma,
Pepatah itu terkecuali untukmu
Carilah Ilmu, walaupun sampai ke negeri Cina
Itu pun sia-sia untukmu

Arahmu tak bertuan, kekiri ketika kekanan
Ke utara ketika ke selatan,
Ke barat ketika ke timur
Ke atas ketika hendak kebawah
Ke belakang, ketika hendak ke depan

Galilah lubangmu,
Hembuskanlah nafas terakhirmu
Menyatulah dengan tanahmu, dalam sanggahan bambu
Karena kamu, akan sirna tak bersisa…

Hanya itu yang pantas untukmu,….
Dari debu kembali menjadi debu!



Sabtu, 08 Juni 2013

SATU KATA SERIBU LANGKAH


Satu Kata Seribu Langkah

Pandai sekali kamu berkata kata
Menguak yang tersingkap
Dan mengurai huruf demi huruf
Bahkan kata demi kalimat

Pandai sekali kamu berkata kata
Meneliti, namun tidak menciptakan
Menguliti, namun tidak memulai pada awalnya
Memecahkan yang tidak pernah terpecahkan

Dibalik pandainya kata-katamu
Dan dibalik keinginan tahumu,
Tindakanmu mandul, dan aksimu hampa
Demam panggung dan latahmologi melandamu

Ketika kamu mulai melangkah
Dan kamu mulai menapak,
Jalan kembali tak lagi ada,
Yang tersisa hanyalah pilihan tanpa pilihan
Dan pendapat tanpa kesimpulan

Lama aku terjerembab,
Mengangga dalam mulut got, berbau busuk
Dan ketika aku tersadar,
kakiku telah di kepala, dan kepalaku berpindah ke kaki

Tak ada yang merendaku
Dan kehancuran menantiku
Karena aku hanya berkata namun tak berbuat
Aku hanya mengecam namun tak berprilaku

Ketika kutanya,apalah gunanya,
Kamu berkata meluruskan yang bengkok…
Namun ketika kukatakan dalam ujarku,
Mereka berkata luruskanlah diri bengkokmu

Jika pancaran air terpecah berai,
Maka kembang api tak akan pernah berbunga di langit
Jika hatimu kelu, atau pilu
Maka alur dalam setapakmu akan layu

Apa yang kulakukan adalah menembus keheningan
Bersimpuh dalam ratapan
Berkata dalam ruang hampa
Dan ber-asa dalam setitik cahaya




 





07 June 2013

Minggu, 02 Juni 2013

KAMU HANYALAH BAYANGAN SEMU



Kamu selalu mencari salahku,
Sedang aku tak pernah menyalahkanmu
Kamu selalu berbicara tentang aku,
Namun tak sekalipun kusebut namamu..

Kamu selalu merasa benar,
Sedang aku adalah kebenaran itu sendiri
Kamu selalu mengecam aku,
Sedang aku sangat mengasihimu

Kamu selalu marah dan murka
Tapi aku penuh kasih dan cinta
Kamu membawa pedang,
Sedang aku membawa bunga

Untuk apa kamu berucap, kalau tak kau mengerti artinya
Sedang aku tidak berucap, namun aku justru bertindak
Kata itu tidak menyelamatkan
Apalagi membawa perubahan

Kamu menyekap,sedang aku mengungkap
Kamu membunuh, namun aku bangkit dari kematian
Yang kelam semakin kelam,
Dan yang putih akan selamanya suci

Biarkan aku merintih,
Disaat kamu tertawa
Biarkan aku bersedih dalam dukacita
Dikala kamu malah bersukacita

Namun hatiku bukan hatimu
Dan pikiranku bukan pikirmu
Sekalipun aku ditindas, aku tak kan pernah menggilas
Karena bagiku, kamu hanyalah benang yang putus
Yang tak bertuju dan tak berarah

Kamu terus membutakan matamu,
Walau sebenarnya kamu telah dicelikkan
Kamu terus membodohi dirimu
Walau kamu telah diberi pengetahuan

Sungguh, kamu hanyalah sekumpulan pencemooh
Yang terus memfitnah, dan terus menghina
Namun aku terus berkarya
Membuktikan bahwa kebenaran akan terbuka

Kematian tak menakutkanku
Juga penyiksaan tak akan menghentikanku
Sekalipun kamu merajam aku
Atau memberengusku
Karena jiwaku bukan milikmu
Dan takdirku, bukanlah nasibmu

Dalam lunglai kamu berlantang
Dalam kokoh, aku justru bersimpuh
Itulah bedanya aku, dengan kamu
Itulah gunanya aku dan sia-sianya kamu

Aku ada, kamu pun ada
Aku tinggal, sedang kamu akan sirna, dan juga binasa
Aku kokoh berdiri, sedang kamu goyah berlari

Mari ulurkan tanganmu
Agar kematian tak merenggutmu
Dan kesirnaan tak akan mendatangimu
Karena aku tahu, kamu hanyalah orang dungu
Yang tidak tahu, namu berlagak tahu
Yang tidak mengerti namun terus membutakan matamu
Karena kamu malu,…juga tersipu
Tentang kebejatanmu, dan kekotoran pandangan hidupmu

Namun semua bisa berakhir,
Kalau kamu mau meraih tanganku,
Dan mau mengakui kesalahanmu,
Walau seribu cibiran akan menerpamu,
Namun kedamaian surgawi telah menantimu

Sekarang semuanya ada pada keputusanmu
Karena setiap langkah kakimu
Menentukan masa depan hidupmu….


Yang bijaksana, akan mengerti
 

By smile
02 June 2013

Senin, 06 Mei 2013

USTAD JEFRY AL BUCHORY "SO LONG"


Untaian kata itu terdengar dimana mana
Dari yang muda, maupun tua
Dari yang seiman maupun tidak,
Tiada, katanya, juga katamu, dan juga kataku,
Pergi,katanya, juga katamu, dan juga kataku,

Terlalu muda,
Terlalu cepat, kata mereka, juga katamu, lalu kataku,…
Sudah cukup, baginya, namun mungkin tidak bagimu.
Sudah tepat saatnya, ujarnya, namun bukan ujarmu, juga ujar mereka
Kembali, katanya, namun sangkalmu, juga sangkal mereka, lalu kemudian aku

Mulia, akhlaknya,
Karena semua terbuka pada akhirnya.
Menangis, isaknya, ketika menyebut namaMu
Berubah hidupnya, ketika bersungkur dikakiMu
Mungkin merubah banyak asa,
Juga arah, dan juga cara
Untuk mereka yang tersesat dan untuk mereka yang buta
Dicelikannya, walau hanya sesaat,tak lama

Bagi kami belum cukup, namun cukup baginya,
KEMBALI itulah kata terakhirnya,
Dalam sayup kejenuhan yang tersisa

Dari perjalanannya,
Mengarungi bahtera kehidupan,..
Terukir keindahan dan bekasan mutiara
Dalam hati insan manusia,

Sungguh, aku bangga padanya,
Walau iman kita tak sama,
Tapi simpatiku, dan apresiasiku,
Layak kupersembahkan untukmu
Saudaraku,sebangsa setanah airku,

Ustad muda penuh sensasi
Santun, dan berbudi pekerti
Akhlak mulia dan jiwa mengabdi
Namun harus pergi,…..
Meninggalkan mereka, kalian, kamu, dan juga aku
Meninggalkan bangsa dalam dahaganya iman terkoyak

KEMBALI, itu katamu,........
 
Selamat jalan, saudaraku,…
USTAD JEFRY AL BUCHORI








DARI, AKU
SMILE

Minggu, 17 Februari 2013

YOU ARE NOTHING BUT FEEL TO BE SOMETHING


Si upik menjadi punggawa,
Lupa diri, dalam pringgodani
Melantunkan banyak lagu sumbang
Namun merasa merdu syahdu
Tak lagi berbaju, karena tak punya malu
Menengadah hingga lupa menunduk
Ah,sungguh mengenaskan.

Sedangkan Semar tak lagi bijak
Namun mencari hikmat dirinya sendiri
Hari demi hari ditapaki,
Menyusuri aliran sungai Bengawan Solo
Mendaki dan menuruni Puncak Merapi
Hanya untuk memporak poranda bumi
Entah apa yang dicari,
Jika tindak tanduk bak kambing bandot

Lain lagi, beda lagi
Bima tak lagi perkasa
Harus merana dalam ukiran kayu jepara
Atau dalam halusnya sutra berbusa
Yang tersisa hanya suara, tanpa wujud perwira

Sedangkan Shinta tak lagi bersama Rama
Bertolak juga berbalik arah
Walau besar dalam lingkungan istana
Namun memilih hidup dalam eluan jelata
Emas dan pemata
Menjadikannya berbeda
Terpandang bak ratu kameswara
Namum pribadi menjad usang seperti dorna

Hanya tersisa satu menara
Yang terus terhimpit bukit dalam rimba belantara
Tersengal namun tidak mati
Tertatih namun tidak tercampak
Walau kadang menjerit pilu,
Atau berteriak histeris, menangis
Tersisa tetap dalam dunia fana
Dikalangan seantero tokoh idola
Yang menunggu titik darah yang penghabisan

Ini hanya sekelumit kisah
Dari yang tiada menjadi ada
Dari yang bukan siapa siapa menjadi siapa
Dari yang bijak menjadi pencuri kebajikan
Jika kamu bisa mengerti,
Atau pun memahami,
Oh, sungguh bobroknya kehidupan ini.


By smile
You are nothing,but you feel to be something,

Jumat, 27 April 2012

GITA SESA WANDA CANTIKA "KEKE"


Aku menangis,
Melihatmu begitu tegar menjalani kehidupan ini

Aku menangis,
Melihatmu begitu menderita menerima kenyataan pahit ini

Aku menangis,
Melihatmu terus tersenyum,disaat sebenarnya kamu menangis

Aku menangis,
Karena apa yang kamu alami,tak kuat untuk kualami

Hari lepas hari, berlalu
Dalam sisa hidupmu,
Walau bagi mereka tanpa kepastian
Namun bagimu penuh berjuta harapan

Begitu lelah,
Menapaki hari berlalu berganti hari

Begitu tegar,walau sejuta kepedihan terus menyelimuti
Dalam hari - hari penantianmu…
Untaian kata dalam berlembar kalimat
Tertulis menjadi saksi kehidupanmu
Menjadi prasasti sepeninggalanmu
Yang akan terus menjadi kenangan buat kami…

Perjuangan tiada henti mu
Dalam menghadapi berjuta liku rasa pedih, dan perih
Perjuangan tiada henti mu
Dalam menggapai angan berkilau bintang

Namun asa mu tinggal harapmu
Ketika Tuhan menginginkanmu
Tuk kembali berkumpul bersamaNya,
Hanya ikhlas yang aku punya, untuk sebuah pengorbanan tiada henti
Dari seorang gadis manis penuh budi pekerti

Selamat jalan
Keke,………….
Senyum manismu dari surga menghangatkan kami
Mengukir kebahagiaan dalam cerita singkat kehidupan seorang insani

Perjuanganmu
Pengorbananmu
Ketegaranmu

Akan selalu hidup dalam ingatan kami
Akan selalu terpatri dalam hati setiap kami
Kehidupan yang kadang kami sia-siakan secara tak pasti
Namun kini kami hargai,
Sekecil apapun yang terjadi, dalam kehidupan ini
Harus diperjuangkan dengan sepenuh hati.
Selamat jalan bidadari kecil….
Selamat jalan Keke….


Sebuah puisi untuk
Ananda Gita Sesa Wanda Cantika “KEKE”
1991 – 2006
Sebuah perjuangan seorang gadis yang luar biasa
Yang hidup dalam keberanian menghadapi kematian
Tegar, dan begitu tabah
Menghadapi semua kehendak Tuhan…….
Yang telah melawan kanker jaringan lunak ( Rhabdomyosarcoma )
Dengan ketegaran luarbiasa……
Selamat jalan anakku….
Selamat jalan sahabatku…..
Selamat jalan kekasih hatiku….
Selamat jalan adikku
Selamat jalan gadis manisku


By smile
27 April 2012

Sabtu, 11 Februari 2012

AKU MASIH PERAWAN

Hingar bingar sudut kota
Dalam balutan cahaya metropolitan
Hura-hura dan pesta pora
Larut dalam kenikmatan insan manusia

Surga dalam dunia
Kenikmatan dalam berbagai dimensi dan warna
Menghambur bak pasir di lautan
Kelam, dalam gemerlap

Ketika kesucian dalam diri sudah tiada
Atau harta berharga yang hilang dalam pelukan nafsu
Tak ada lagi airmata tersisa
Karena semua nampak biasa dan tanpa makna

Mempertahankan kesucian seorang anak gadis
Dalam rimba belantara dosa
Bak jarum ditumpukan jerami
Atau sebuah onta masuk ke lubang jarum

Tak bisa!
Tak kuasa….
Tapi aku bertahan diantara yang tiada
Dalam kemunafikan cemooh para manusia

Ini sebuah cerita,
Tentang perawan menjaga harta
Yang tak bisa ditukar dengan uang bahkan permata
Bertahan sampai pada kesudahannya

Aku menjerit ketika semua menghimpit,
Menghujam dada, menyesakkan tubuh tua yang berbaring

Sekarat menunggu mati,
Apa daya,…..
Atau karena tuntutan jaman
Dalam pergaulan selebrita
Dalam kebebasan ibukota,…..
Atau, karena mereka namakan CINTA?
Yang rela memberi segalanya?

Ini saatnya,angka demi angka terpatri
Menjadi sebuah bukti menagih janji..
Oh gusti,
Tuhan Semesta alam,

Lidah ini kelu untuk berteriak,
Airmata ini kering untuk diteteskan
Hati ini remuk redam berantakan,
Bisakah aku bertahan….
Bisakah aku tersenyum dalam kepiluan hati yang membakar jiwa?

Tuhan,
Ini hambamu yang kecil dan hina,
Yang sungguh tak tahu lagi kemana harus berpaling
Dan harus bertumpu dalam kalimat doa?
Apa artinya kehormatan
Jika bagi yang lain itu hanya sebuah kata kecil dalam dunia
Aku tak bisa,….

Namun aku tak kuasa
Kematian atau kehormatan
Karena seperti buah simalakama
Dimakan ibu mati, tak dimakan bapa tiada.
Apakah ini sebuah akhir,
Ataukah sebuah awal,
Hanya waktu yang bisa menentukan,
Awal, atau akhir
Mati atau hidup kembali,……

Aku, masih perawan.

















Senin, 17 Oktober 2011

PRIORITAS, UNTUK PRIBADI TERPILIH?




…………..Prioritas….
Untuk pribadi terpilih…..

Pribadi yang banyak uang….
Pribadi yang banyak lahan usaha…..
Pribadi yang erapkali mempunyai lebih dari satu perusahaan
Atau Pribadi yang dinilai setinggi langit pekerjaannya.

Dilain sisi,….
….UnPrioritas…..
Untuk Pribadi yang miskin…..


Pribadi yang buat makan saja susah….

Pribadi yang tak satupun lahan usaha tetapnya….
Pribadi yang erapkali tak mempunyai satupun usaha dalam hidupnya
Atau Pribadi yang tidak dinilai sama sekali pekerjaannya.

Padahal,..jika mereka tak, ada….
Jika mereka tak bodoh…
Jika mereka tak kekurangan,…
Dan jika mereka tak mengkonsumsi apa yang prioritas jual….
Atau bisa melakukan apa yang prioritas kerjakan
Mungkin tak akan ada bahasa prioritas
Yang berani berkata tentang…..pribadi yang terpilih.

Jika mereka menjadi prioritas diantara jutaan orang tak beratap
Jika mereka menjadi prioritas diantara kenistaan kehidupan dalam kemelaratan
Sebangsa dan setanah air…
Banggakah menyandang gelar prioritas?

Banyak prioritas yang bingung mau makan apa….
Karena semua menu sudah bosan dikonsumsi
Tapi dilain sisi, yang lain berkata: “Apa yang mau kumakan, kalau uang saja tidak ada”

Banyak prioritas yang berkata,mau melakukan apa?
Karena semua kenikmatan, dan surga di dunia sudah terlalu sering dilakukan
Sedangkan disisi lain, berkata : tidak bisa melakukan apa - apa,hanya mencari sesuap nasi dalam kedahagaan dunia,itu saja…..

Kalau seorang prioritas bisa memilih apa saja….
Yang unprioritas tak bisa memilih apapun juga

Sungguh ironi…
Diantara kehidupan dalam jurang perbedaan

Sungguh menyedihkan,…tertawa diatas tangisan pilu menyayat hati

Sungguh….

Ini bukan lagi bicara akhlak,…
Ataupun rasa….apalagi kasih
Hanya mengejar kepentingan dalam kedigdayaan ego
Bagiku,itu hina….
Dan lebih kotor dari tumpukan sampah
Yang berbau busuk dan nista

Prioritas,….
Bagiku tak ada……
Prioritas,….
Bagiku hanya menyisihkan pasir dari permata
Prioritas,….
Bagiku hanya fatamorgana dimata kaum duafa 


Prioritas,….hmm......



by





Kamis, 13 Oktober 2011

AKU HANYA GEMBEL

Aku bukan pujangga,
Yang punya seribu kata indah penuh makna

Aku bukan profesor,
Yang punya pemikiran penuh terobosan akan masa depan

Aku bukan Superstar,
Yang punya ketenaran dalam gegap gempita dunia

Aku bukan Rohaniwan
Yang berteriak terak lantang tentang (T)uhan

Aku bukan Orang pandai
Yang punya banyak rumus untuk dipecahkan

Aku bukan panutan,
Yang tak punya banyak kekaguman

Aku hanya gembel,
Yang hidup dalam negeri tak beratap
Yang bernafas dalam udara berbau busuk
Yang tinggal dalam kerumunan berbau amis

Aku hanya gembel,
Yang tak punya sesuatupun untuk dibanggakan
Yang tak punya secuilpun cerita indah untuk dikisahkan

Aku hanya gembel,
Yang hanya bisa melihat tak bisa berkata
Yang hanya bisa menahan tanpa pernah bisa melepaskan

Aku hanya gembel, dimata semua orang yang memandangku

………………


Dari sudut berlian dan permata,
Aku bagai batu koral hitam, kelam

Dari sudut keindahan kota,
Aku bagai sebuah rumah kardus di sudut terpencil

Dari sudut kain - kain beraneka warna penuh warni,
Aku hanya kain usang yang kumal

Tapi bagi sudut lain dunia
Aku adalah intan bercahaya
Yang putih sebersih susu
Yang bersinar secerah pelangi cinta
Yang tak dipandang hina dina
Yang tak dipandang sebelah mata
Karena bagiNya,
Aku berharga
Dan tak ternilai harganya
Unik, dan sempurna


Jika saja mereka mengerti
Kalau keindahan dunia hanya sementara
Atau kehormatan dunia hanya tipu daya
Atau surga dunia hanya kemunafikan semu
Mungkin,………….

Mereka akan menjadi seperti aku,
Gembel namun bukan pengemis
Kotor, tapi bukan pengeruh
Terabaikan, namun tak ditinggalkan

Aku hidup, seperti DIA hendaki demikian
Aku ada, sperti DIA hendaki aku tetap bernafas

Ini hanya sebuah awal menuju awal yang baru
Bukan seperti mereka yang berawal untuk menuju akhir

Bijaklah menyikapi
Sakit, bukan berarti harus mati
Tapi nikmat, pasti berujung mati









13 Oktober 2011

Jumat, 29 Juli 2011

SERIGALA BERPARAS SERIGALA

Dia mengatakan :
Banyak ‘serigala buas yang memperhatikan’
Dengan mata merahnya yang mengawasi
Juga tetesan liurnya menghasrati
Juga taringnya siap mengoyak tubuh ini
Tapi abadi, tak kan bisa :
“Menghancurkan – Melumatkan - Meluluhlantakan”
ruh insani

Mungkin harus kutambah
Dengan untaian kata:
Tulus seperti merpati

Karenanya,ular beludak enggan lagi gentar
Untuk mematuk
Karena bisa tak lagi punya arti
Hanya saja besarkah iman itu?
Dan yakinkah hati ini?

Jika serigala buas mengawasi
Tak akan mereka bergerak sendiri
Karena barisan berderap
Dalam intaian merajuk hari
Oh…..Kelam memang

Seolah tak mengerti
Kalau ada hanya untuk sebuah kekisruhan
Ikut siapa? dia, atau dia?
Atau dia yang sudah ada dan telah lama ada
Sebelum kamu, juga aku

Ketika berselimut kain
Dan tubuh berbalut rapat dalam kedap
Intaian tak menyirna
Bahkan lebih lagi tajam mengawasi
Dengan mata merah dan hasrat liur menetes

Serigala berbulu domba
Tak lagi…………….
Serigala berparas serigala, bukan domba
Tak sembunyi dalam baju
Lantang berikrar
Aku!!! Bukan dia, dia, atau dia

Masa abadi
Satu dalam keindahan syurga
Ribuan dalam tangisan pilu
Pintu besar berjalan lapang
Atau gerbang sempit terbentang keabadian

Nama?
Tak punya arti!!!
Kumpulan dari serakan tak memberi kepastian
Mungkin hanya janji
Dalam tutur kata ucapan serapah
Vertikal tanpa horisontal
Atau kata bijak tanpa perbuatan?

Percuma, sungguh ironi
Kalau jatuhnya pada kertakan gigi
Hati - hati katanya lagi.
Ajal tak kenal waktu, juga lelaku
Hati - hati, serunya lagi
Rapatkan celah dengan satu yang satu
Siapkan jiwa dalam balutan raga
Karena sekali lagi,
Datangnya seperti pencuri
Tanpa permisi,
Hati - hati, katanya lagi
Terhadap serigala buas bermata merah yang mengawasi
Dalam lolongan panjang tiada henti


by






29 Juli 2011
Sebuah puisi untuk Avianti Armand

LASKAR PELANGI ANAK BANGSA's Blog