February 10th - 2o1o
CATATAN DARI PENULIS
Blog ini berisi tentang kumpulan puisi yang ditulis dan dibuat langsung oleh smile.
smile menyukai puisi, dan hanya bisa mengekspresikan diri melalui untaian kata dalam kalimat puisi.
Puisi yang bercerita tentang CINTA, KEBENCIAN,EMOSI,RENUNGAN,KESEDIHAN,HARAPAN, ANGAN DAN CITA CITA, PUJIAN ,DAN SEMUA ASPEK YANG TERJADI DALAM KEHIDUPAN.
Walau smile bukanlah siapa siapa dan bukanlah penyair kenamaan, tapi smile akan tetap dan terus berpuisi, dan bagi yang ingin mengunggah atau mengkopinya silahkan, asal meninggalkan pesan di kotak pesan atau mengirim email ke :
mr_smile333@yahoo.com, dan semoga semua puisi yang telah ada dan akan terus ada, bisa menjadi inspirasi buat semua pengunjung setia blog smile " KUMPULAN PUISI-smile"
MengCopas tanpa ijin adalah suatu perbuatan memalukan yang menodai laskar pelangi anak bangsa.....
Terimakasih,
Salam Hangat

smile menyukai puisi, dan hanya bisa mengekspresikan diri melalui untaian kata dalam kalimat puisi.
Puisi yang bercerita tentang CINTA, KEBENCIAN,EMOSI,RENUNGAN,KESEDIHAN,HARAPAN, ANGAN DAN CITA CITA, PUJIAN ,DAN SEMUA ASPEK YANG TERJADI DALAM KEHIDUPAN.
Walau smile bukanlah siapa siapa dan bukanlah penyair kenamaan, tapi smile akan tetap dan terus berpuisi, dan bagi yang ingin mengunggah atau mengkopinya silahkan, asal meninggalkan pesan di kotak pesan atau mengirim email ke :
mr_smile333@yahoo.com, dan semoga semua puisi yang telah ada dan akan terus ada, bisa menjadi inspirasi buat semua pengunjung setia blog smile " KUMPULAN PUISI-smile"
MengCopas tanpa ijin adalah suatu perbuatan memalukan yang menodai laskar pelangi anak bangsa.....
Terimakasih,
Salam Hangat
WORD of SMILE
Start every day with a smile and get it over with. ~W.C. Fields
A smile is an inexpensive way to change your looks. ~Charles Gordy
The robbed that smiles, steals something from the thief. ~William Shakespeare, Othello
Beauty is power; a smile is its sword. ~Charles Reade
A smile is the universal welcome. ~Max Eastman
You're never fully dressed without a smile. ~Martin Charnin
It takes seventeen muscles to smile and forty-three to frown. ~Author Unknown
All the statistics in the world can't measure the warmth of a smile. ~Chris Hart
Peace begins with a smile. ~Mother Teresa
peace,
smile
KUMPULAN PUISI BUATAN ASLI LASKAR PELANGI ANAK BANGSA
.
Minggu, 14 November 2010
AKU BUKAN MEREKA
PUISI KE-DUA : AKU BUKAN MEREKA
Mereka bilang aku bodoh
Tapi aku dicerdaskan Nya
Mereka bilang aku sakit
Tapi aku disembuhkanNya
Mereka bilang aku lemah
Tapi aku kuat bersamaNya
Mereka bilang aku jatuh
Tapi aku diangkatNya
Mereka bilang aku hancur
Tapi aku dibentukNya
Mereka bilang aku sedih
Tapi aku dihiburNya
Mereka bilang aku salah
Tapi aku dibenarkanNya
Mereka bilang aku berdosa
Tapi aku ditebusNya
Mereka bilang aku menangis
Dan air mataku jatuh
Tapi aku dibuatnya tersenyum,
Dan disekanya airmataku
Mereka bilang aku bukan siapa siapa
Aku NOTHING
Tapi Aku berharga dihadapanNya
Mereka bilang aku begini
Mereka bilang aku begitu
Tapi Dia bilang bukan begini
Dan bukan begitu
Mereka hanya menyindir dan memandang sinis
Menonton saja dan hanya bercaci
Serta kadang memaki
Tapi Dia tidak….
Dia selalu menjadi penolong yang setia
Dia selalu membelai dan memandangku dengan KasihNya
Walau dunia menghimpitku
Tapi Dia selalu memberikan kelegaan padaku
Jadi, perduli apa aku dengan mereka
Dan perduli apa mereka dengan aku?
Mereka tidak mengerti dengan apa yang mereka perbuat
Mereka tidak mengerti dengan apa yang mereka bilang tentang aku
Biarkan aku hidup dalam duniaku
Dan mereka hidup dalam dunia mereka
Karena aku bukan mereka dan mereka bukan aku
Karena aku adalah aku
Dan mereka tetap mereka,
Aku punya Allah Sang Maha Pencipta
Yang tulus dan tak bercacat cela
Jadi. Tinggalkanlah aku, dan hiduplah dalam dunia mereka,
dan bukan duniaku.....
Karena aku hanya perlu DIA yang mengasihiku
by
February 10th - 2o1o
Puisi aku bukan mereka
MEREKA
PUISI PERTAMA : MEREKA
Mereka ada karena ketidakadaan
Kotor, kumuh dan bernoda
Tinggal dalam rumah tak beratap
Dan tidur dalam tanah tak beralas
Mereka ada karena ketidakseimbangan
Tumbuh,tanpa kasih
Dan perilaku tanpa tuntunan
Mereka kuat seperti baja
Dan kokoh seperti pilar dalam istana
Tak ada air mata abu kelabu
Dan tak ada senyum hanya tatapan lugu
Yang terpikir hanya lapar juga dahaga
Mereka hanya setitik dari berjuta nyawa
Yang hidup dalam ketidakadilan dunia
Tapi mereka tetap putra dan putri bangsa
Tunas muda yang berharga
Mereka tak bisa menjerit
Apalagi menangis terisak pilu
Hanya bisa menerima ikhlas
Dengan helaan nafas tak sesal
Sekarang bukan lagi mereka
Tapi kita, saya dan anda
Bisakah kita berbagi setitik cerah
Untuk hamparan kosong agar bermakna
Bagi kita dan hanya untuk mereka
Agar asa bisa menyela
Dan Harap bisa terasa oleh mereka
Agar kita bernafas lega
Karena kita tidak hidup berbangga
Diantara kaisan sampah …
Dan berharganya mutiara
Karena pada akhirnya ..
Tak ada lagi saya , anda dan mereka
Dalam perbedaan status dan kasta
Karena semua kecil dan lemah dihadapanNya
Bagaikan pasir dipantai dan debu diudara
Jika akhirnya debu kembali menjadi debu
Semuanya hanyalah ke sia-sia an belaka
Jika kita mengangkat pandang dan berbusung dada
Untuk menunjukkan siapa diri kita
Semuanya akan sia - sia tak bermakna
Untuk itu, jadilah terang dan jadilah garam
Untuk Pencipta, manusia dan dunia
Karena kita manusia yang mulia
Dan berharga bak permata
February 1Oth - 2O1O
Puisi untuk: "Mereka"
PIGURA KOSONG
Kilau mengkilat rapih tervernis
Wangi semerbak bau kayu pinus
Rupawan, lagi mengesankan
Tapi,….Kosong….!!!
Tak bergambar dan tak berisi…
Kosong…….
Sebuah pigura tanpa isi….
Hilangkah maknanya?
Atau Hilangkah rupa...seribu muka?
Jika saja baris demi baris kutulis…panjang....
dan lembar demi lembar kukisah…
mungkin tak akan menyangka , jika :
Pigura itu hanya sebuah pigura kosong tanpa isi.
Sekali lagi kutanya, jika kosong dan tak berisi, apakah jadi tak bermakna?
Atau tanpa arti dan kemudian mati?
Setiap hati dan setiap jiwa
Setiap sudut dan setiap tatap
Akan ‘merampas’ arti tersendiri
Dari sebuah figura, kosong, tak berisi.
Seorang sahabat berkata :
Alangkah indahnya pigura ini…
Diambilnyalah kursi dan dihadapinya pigura itu berlama lama
Dipandangnya dengan suatu tatapan yang tak hanya setatap
Menembus sampai ke sudut terdalam dalam sebuah dimensi
Dan setelah dia amati dengan puas, beranjaklah dia dan berkata :
"Suatu hal yang sangat luar biasa, bermakna sedalam samudera ....”
Walau tanpa isi sama sekali didalamnya
Narasi................
Melihat apa yang diceritakan sahabat tersebut, membuat suatu inspirasi yang luarbiasa akan arti sebuah pigura yang ‘kosong’... yang tak bergambar dan tak berobyek apapun....hanya kosong dan kosong.....
Kucoba melakukan apa yang sahabat lakukan.
Duduk , memandang dan menatapnya tajam.....
mendalam.... sampai ke dimensi dimana orang lain tak dapat masuk kedalamnya.
Sebuah pigura kosong seperti sebuah perjalanan mesin waktu,
Tanpa tombol start, hanya memikirkan dan masuk, begitu saja terjadi seketika.
Jika kita membayangkan begitu indahnya hidup kita dalam pigura itu...
Tentu diakhir tatapan dan pandangan kita, akan terlintas senyuman kepuasan.
Bila tidak, tentu saja akan ada kesedihan, kemarahan, dan 1001 rasa yang bisa ditawarkan, Bayangkan!!!
‘Hanya oleh sebuah pigura, kosong’
Terasa kosong tapi berisi
Terasa berisi ternyata kosong
Dimensi segala ilusi
Untuk sebuah pigura kosong, yang ternyata sangat bermakna…
Yang didalamnya bercampur aduk segala rasa, asa dan cerita.
Sebuah mesin pemutar tanpa tombol start, yang bisa berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan.
Bisa hilang dan bisa muncul, kapan saja.
Tak terbentur apapun dan tak bersandar apapun.
Jika ingin utara tak akan muncul selatan.
Pigura kosong namun tak kosong….
Untuk seorang sahabat di SS, Joli.
Memandang suatu sudut pandang...menurut sudut pandang kita memandangnya...
Akan arti dari sebuah kekosongan yang tak kosong
Akan sebuah keabstrakkan yang tidak abstrak
Januari 4th-2010
DUA SISI
Dua sisi
Dua pribadi
Raja melahirkan anak Raja
Hamba melahirkan hamba
Kemuliaan, Hormat, Kekuasaan…
Kehinaan, Rendah, dan Kehambaan
Besar dan Luar Biasa
Kecil dan Bukanlah apa apa
Hanya saja Besar tanpa diikuti…
Kecil banyak diminati
Siapakah yang bodoh?
Siapakah yang buta?
Apakah orang buta bisa melihat keindahan dunia?
Orang buta menuntun orang buta
Dua pribadi
Raja melahirkan anak Raja
Hamba melahirkan hamba
Kemuliaan, Hormat, Kekuasaan…
Kehinaan, Rendah, dan Kehambaan
Besar dan Luar Biasa
Kecil dan Bukanlah apa apa
Hanya saja Besar tanpa diikuti…
Kecil banyak diminati
Siapakah yang bodoh?
Siapakah yang buta?
Apakah orang buta bisa melihat keindahan dunia?
Orang buta menuntun orang buta
Apakah orang bodoh bisa menguasai dunia?
Naif.....
Pagi buta memohon asa
Pagi buta tertidur lelap tak berdosa
Manja!!!
Melangkah demi selangkah
Setapak demi sejalan
Tapi selalu tertidur lelap
Dalam kemalasan dan kemunafikan
Diluar tampil menawan
Didalam hancur berantakan
Murnikah? Jelas tidak!!!
Atau Kotorkah? Sebuah kepastian
Kembali di ingatkan
Anak Raja selamanya Mulia
Sedangkan sang hamba akankah selamanya Hina?
Dunia boleh menilai
Dan didalamnya banyak kebingungan
Tenang tapi tidak diam
Ricuh tapi begitu bersih
Haruskah kilatan menyambar semesta?
Haruskah Badai menghancurkan jagad raya?
Memporak dan meratakan
Menghilangkan dan membersihkan
Sehingga debu lari berabu
Dan noda bersih berkilau permata
Waktu…
Bukan sebentar, sekejap mata
Lama, ataupun beruban tua
Bukan detik menunggu menit
Dan jam menunggu hari
Tapi……………….
HATI !!!
Sekali lagi,…HATI…
Itu yang diperlu…dan dielu
Bersih dan putih,…murni
Tidak hitam, kelam dan kelabu abu
Satu sisi menjamin
Satu sisi memohon
KESELAMATAN dan KEHIDUPAN ABADI
Tapi kenapa?
Anak Raja tak bertingkah seperti mutiara
Dan budak Hina teguh berhati taqwa
Biarlah…
Biarlah Guruh mengguntur langit
Biarlah laut merombak menara
Dan pijak terbelah dua
Jika tak ada sekali lagi : HATI
HATI yang DIA minta…….
Bangkit dan bangunlah
Sadar dan ingatlah
Sudahi yang perlu disudahi
Tinggalkan yang perlu ditinggalkan
Buka lembar baru hidup mulia
Jangan berpaling jadi batu
Tapi menatap pelangi kan segarkan jiwa
Kini saatnya bertahta
Berlakulah sebagai putra mahkota
Dengan segala hormat dan puji……
Atau
Dimasukkan kelembah nista penuh kertak gigi?
Atau neraka dalam perut bumi?
Tentukanlah itu terjadi
Kini saatnya tanpa menunggu lagi.....
By
Naif.....
Pagi buta memohon asa
Pagi buta tertidur lelap tak berdosa
Manja!!!
Melangkah demi selangkah
Setapak demi sejalan
Tapi selalu tertidur lelap
Dalam kemalasan dan kemunafikan
Diluar tampil menawan
Didalam hancur berantakan
Murnikah? Jelas tidak!!!
Atau Kotorkah? Sebuah kepastian
Kembali di ingatkan
Anak Raja selamanya Mulia
Sedangkan sang hamba akankah selamanya Hina?
Dunia boleh menilai
Dan didalamnya banyak kebingungan
Tenang tapi tidak diam
Ricuh tapi begitu bersih
Haruskah kilatan menyambar semesta?
Haruskah Badai menghancurkan jagad raya?
Memporak dan meratakan
Menghilangkan dan membersihkan
Sehingga debu lari berabu
Dan noda bersih berkilau permata
Waktu…
Bukan sebentar, sekejap mata
Lama, ataupun beruban tua
Bukan detik menunggu menit
Dan jam menunggu hari
Tapi……………….
HATI !!!
Sekali lagi,…HATI…
Itu yang diperlu…dan dielu
Bersih dan putih,…murni
Tidak hitam, kelam dan kelabu abu
Satu sisi menjamin
Satu sisi memohon
KESELAMATAN dan KEHIDUPAN ABADI
Tapi kenapa?
Anak Raja tak bertingkah seperti mutiara
Dan budak Hina teguh berhati taqwa
Biarlah…
Biarlah Guruh mengguntur langit
Biarlah laut merombak menara
Dan pijak terbelah dua
Jika tak ada sekali lagi : HATI
HATI yang DIA minta…….
Bangkit dan bangunlah
Sadar dan ingatlah
Sudahi yang perlu disudahi
Tinggalkan yang perlu ditinggalkan
Buka lembar baru hidup mulia
Jangan berpaling jadi batu
Tapi menatap pelangi kan segarkan jiwa
Kini saatnya bertahta
Berlakulah sebagai putra mahkota
Dengan segala hormat dan puji……
Atau
Dimasukkan kelembah nista penuh kertak gigi?
Atau neraka dalam perut bumi?
Tentukanlah itu terjadi
Kini saatnya tanpa menunggu lagi.....
By
Puisi seorang hamba....
Yang ingin hidup bermahkota
Bersanding bersama Raja
Menyongsong akhir semesta
November 30th -2009
A lonely night
PUISI TANPA MAKNA
Tanpa Makna
Puisi Curahan jiwa
Memilih yang kosong
Meninggalkan yang berisi
Lepas…..Bebas……
Dalam satu tumpukan
Rapuh dan terurai – berai
Kosong dan sunyi – sepi
Tertatih dalam gelap
Terantuk dalam terang
Wujud tanpa bayang
Raga tanpa jiwa
Kembali, kosong dan hampa - nila
Landai menurun – terjal
Beriak, buih meluap –ruah
Sekal, tumpah, dan jatuh – karam
Pergi, datang dan menghilang – sirna
Luka berbalut, pedih – perih
Iris dan sayat, menusuk – tikam
Ternganga, berbuih luka- menjerit
Mengertikah jagad belukar rimba
Sadarkah guntur berkelebat petir – menyambar
Tak ada arti
Tak ada makna
Terurai, kulai dan bergulir – lemah
Mengalir, meniti berpusar waktu
Batas tapal duri bertaji
Mengertikah ? sunyi – gelap mencekam
Liar tak terkendali – binal
Budi tak juga berpekerti
Patuh, hanya sebuah mimpi
Tak ada lagi rasa, dan juga asa
Rata datar, tak beralun nada
Sirna dan berpulang jiwa
Gugur berderai – terurai, lunglai
Dalam rintihan pasir berbisik
Dan angin berkeluh – lirih
Sepi….diam….dan kemudian hilang
Sebuah puisi tanpa makna
Hanya hasrat dan goresan pena
Lepas, dan kembali bebas
Tanpa beban, dan tanpa batas
Merdeka dalam sebuah dimensi
Tak berakhir, tak berimbas
Mengalir…mengalir dan mengalir saja
Hingga titik akhir dunia
by
Puisi Curahan jiwa
Memilih yang kosong
Meninggalkan yang berisi
Lepas…..Bebas……
Dalam satu tumpukan
Rapuh dan terurai – berai
Kosong dan sunyi – sepi
Tertatih dalam gelap
Terantuk dalam terang
Wujud tanpa bayang
Raga tanpa jiwa
Kembali, kosong dan hampa - nila
Landai menurun – terjal
Beriak, buih meluap –ruah
Sekal, tumpah, dan jatuh – karam
Pergi, datang dan menghilang – sirna
Luka berbalut, pedih – perih
Iris dan sayat, menusuk – tikam
Ternganga, berbuih luka- menjerit
Mengertikah jagad belukar rimba
Sadarkah guntur berkelebat petir – menyambar
Tak ada arti
Tak ada makna
Terurai, kulai dan bergulir – lemah
Mengalir, meniti berpusar waktu
Batas tapal duri bertaji
Mengertikah ? sunyi – gelap mencekam
Liar tak terkendali – binal
Budi tak juga berpekerti
Patuh, hanya sebuah mimpi
Tak ada lagi rasa, dan juga asa
Rata datar, tak beralun nada
Sirna dan berpulang jiwa
Gugur berderai – terurai, lunglai
Dalam rintihan pasir berbisik
Dan angin berkeluh – lirih
Sepi….diam….dan kemudian hilang
Sebuah puisi tanpa makna
Hanya hasrat dan goresan pena
Lepas, dan kembali bebas
Tanpa beban, dan tanpa batas
Merdeka dalam sebuah dimensi
Tak berakhir, tak berimbas
Mengalir…mengalir dan mengalir saja
Hingga titik akhir dunia
by
Desember 2009
(T)UHAN REMUKAN AKU
(T)uhan meremukan aku
Hancur tak bersisa
(T)uhan melumatkan aku
Hilang tak berbekas
(T)uhan menghancurkan aku
Hingga titik Nol
(T)uhan membuat aku hilang, sirna, dan pergi
(T)uhan membuat aku menjerit, sakit, pedih dan perih
(T)uhan tersenyum disaat aku menangis
(T)uhan memandangku disaat aku tak memandangNya
(T)uhan memperhatikan aku disaat aku tidak memperhatikanNya
Cukupkah (T)uhan?
Untuk semuanya ini?
Remuk – redam – hancur – dan berkeping – sirna
Apalagi yang tersisa dari sebuah titik pecah – ruah?
Apalagi yang bermakna, hilang, sirna tak berbekas rupa
Ini bukan sebuah akhir….
Tapi sebuah awal…
Kemuliaan yang tercipta
Dari satu jiwa bersih dan tanpa noda
Menjadi kebanggaan dan senyum sang raja
Untuk bersujud lutut – dan menjadi hambaNya
Yang terlahir baru dalam jiwa dan bukan rupa
Menantang bahaya siap berlaga
Yang tak mundur hantam didera
Karena Roh kudus telah bertahta
Menjadi kuat dalam lindunganNya
Menjadi kokoh dalam pijakanNya
Menjadi besar dalam kuasaNya
Inilah kisah anak manusia
Yang tak lagi hancur berkeping – nista
Tapi mulia dan penuh asa
Dalam bahagia senyum sang surya
Karena (T)uhan beserta dia
Sekarang dan sepanjang masa
by
Jumat, 05 November 2010
MERAPI
Mereka setia menunggu
Panas itu menghantam tubuh mereka,
Karena apa?
Karena harta benda yang dijaga
Yang Cuma itu saja miliknya
Mereka tak bergeming
Walau yang kokoh dan menjulang tinggi tlah marah
Memuntah melontar semua isinya,
Lagi, dan makin pekat saja
Angin membawanya kesana dan kemari
Abu demi abu merasuki pernafasan…
Membuat semuanya menjadi sesak dan makin berat
Tuk dirasakan…
Namun.................................
Ketika diam kau begitu indah
Dan ketika marah kau begitu ganas, membara
Sudahi amarahmu
Sudahi pedih perih ini
Ratap mereka apakah belum cukup mengusik rasamu?
Atau tangis dan kematian mereka belum meredakan panasmu
Nyawa demi nyawa yang terus melayang belum cukupkah menyentuh ibamu….
Kau nampak mati
Tapi kau lebih hidup dari pada yang hidup
Mengambil kehidupan dan menciptakan kematian
Apakah itu balasmu?
Atau itu ganjaran kami?
Kulihat mereka yang bertahan untuk hidup
Disaat yang lain ingin mati
Sungguh ironis
Kulihat mereka yang mengharap bisa hidup,
Disaat yang lain, mengharap untuk bisa mati.
Merapi….
Sudahi marahmu
Sudahi lahar panasmu
Sudahi debu abumu
Sudahi energi erupsimu
Yang membasahi bumi pertiwi
Kami, hanya ingin semuanya kembali asri
Kami hanya ingin semuanya kembali berseri……..
Jerit kami,…………………….
Selasa, 26 Oktober 2010
CUMA AKU
Dunia katanya dilanda bencana
Silih berganti datang berebutan
Yang terdengar hanya isak tangis dan kematian
Disisi lain yang ada hanya keributan
Huruhara dan anarkis
Mata bertatap mata
Muka bertatap muka
Suara beradu suara
Bisa jadi banjir darah
Ajang mencari tenar
Idola mucul sebanyak penjahat lahir
Pujian disana sini
Makian tak kalah menari-nari
Sisi baik tenggelam, sisi buruk tersibak
Ketika sisi baik muncul
Sisi kelam melibas
Jangan pikirkan semuanya itu
Dunia dengan segala perubahannya
Bumi dengan kepadatan, huru hara dan bencananya
Untuk makan saja aku susah
Berteduh hanya dikolong langit
Tidur hanya beralaskan koran
Bahagia?
Itu hanya milik orang kaya,...katanya.
Sakit?
Orang miskin tak boleh sakit, itu juga katanya
Semua itu milik orang kaya,
Dan bukan milikku.
Jadi tentu saja aku sama sekali tak terusik
Dengan ini maupun itu
Siapa memukul siapa
Tangan besi menghajar tirani,
Bagiku itu hanya milik mereka
Dan lagi - lagi bukan milikku
Aku hanya punya yang belum tentu mereka punya
Iman......
Dan kerinduanku pada sang pencipta
Kalau bahagia aku tak punya,
Tapi aku masih punya cinta
Karena semiskin apapun manusia
Dia memiliki CINTA
Dan boleh merasakan itu seperti lainnya.
Berharap?
Tidak.
Aku tidak mau berharap
Hanya mau menjalani setapak demi selangkah
Untuk bisa makan
Berteduh dikolong langit
Dan koran baru untuk alasku tidur,esok
Terimakasih untuk CINTA
Untuk (T)uhan yang beri semuanya itu tanpa pandang bulu
Tanpa melihat siapa dari golongan mana
Siapa dari kasta yang mana.
Aku lapar....
Sayang tidak ada yang dimakan
Tidur?
Koran belum selesai dia baca.
Ini Cuma aku,
Ya aku.
Tertinggal bersama koran lama lusuhku.
Oktober 26 -2010
Jumat, 13 Agustus 2010
JERITANKU
Buat apa harus tunggal
Kalau ternyata itu plural
Buat apa harus Satu
Kalau ternyata itu banyak
Apakah harus semacam,
Kalau banyak keanekaragaman
Dan apakah harus sewarna,
Kalau ada pelangi
Penuh warna dan warni
Satu itu pasti
Dua itu pilihan
Tiga
Empat
Lima,
Itu keyakinan
Apakah salah, yang satu memilih yang satu
Dan
Yang lain memilih yang lain?
…..
Apakah benar,
Yang satu merusak yang lain
Dan…..
Yang lain menghancurkan yang lainnya lagi?
…..
Aku percaya :
Akan satu satunya Jalan
Dan
Kebenaran
Dan
Hidup…..
…..
Yang lain percaya kalau yang terakhir,
Akan jadi yang pertama
Dan dia adalah utusanNya…
….
Bahkan dilain sisi,
Kesempurnaan adalah segalanya
Siapa salah dan siapa benar?
ADAKAH YANG LEBIH TAHU,
MELEBIHI YANG MAHA TAHU?
.....
Hilangkah ‘Damai’ itu?
Atau, sirnakah ‘Terang’ itu?
Aku berjalan dalam kegelapan
Dalam lumpur panas berlapis dosa
Yang lain,.....
Berdiri dalam topeng seribu wajah
Berkata “BESAR”, padahal kecil
Berkata “AGUNG” padahal hina dan Nista
Luka dan borok itu terus menganga
Tanpa sentuhan juga perbaikan
Semua berlari mencari kesembuhan
Batu….
Gunung….
Lautan, jadi saksi
Dari kedurjanaan perilaku insani
Yang berlari dalam lembah kelam,
Tempat ratap dan kertak gigi
Untuk apa semuanya ini?
......
Biarlah yang diatas jatuh kebumi
Dan yang didalam muncul dipermukaan
Biarlah yang beriak itu tumpah ruah
Basahi semesta , runtuhlah keberadaannya
.......
Hanya Dia yang bisa berkata, BENAR dan juga SALAH
Juga Dia lah yang berhak MENJATUHKAN, dan juga MENGANGKAT
Bukan hanya sekumpulan ‘debu tanah’ yang tak berarti
………..
Aku menangis dalam kehancuran ini
Aku meratap dalam duka lara berlari
Tak bisa dipungkiri lagi
Jika Barat menjadi Timur
Dan
Utara menjadi Selatan
Semua akan musnah,
Hilang
Dan Sirna……
Hancur berkeping tak bersisa lagi
Hari ini, esok, lusa atau nanti……
Bagiku, semuanya telah lama mati.
Bagai mayat berlapis kafan
Atau tengkorak dalam peti kayu
Bahkan dalam api berabu
Dalam gelap kelam mencekam
......
Buat apa berkata tentang KEBENARAN
Jika balok ada didalam matamu?
Dan
Buat apa mengecam dan berkata Salah,
Jika tak adanya kebenaran dalam hidupmu?
Dia....
Mencipta beraneka ragam :
Rupa
Bentuk
warna, dan raga
warna, dan raga
Bukan PERCUMA dan TIADA ARTI
Tapi untuk satu tujuan,
Yang tak kita mengerti
Dan
Tak dapat kita selami
……
Jika Otak hanya untuk berpikir jahat
Penuh angkara dan caci maki
Buat apa utuh raga melebihi jiwa
Percuma saja….
……..
Satu bersorak, bebaskanlah
Satu berkiblat, biarkanlah
Satu khusuk dalam kepulan asap, kembalikanlah
Tak ada yang pantas berkata:
“Aku lebih benar daripadamu”
Karena lakumu, belum tentu pikirmu,
Dan jiwamu, bukanlah milik dirimu sendiri
…….
Darah itu merah.
Itu pasti
Itu benar dan tak dapat dipungkiri
Akankah darah menjadi biru
Walau tinggi kastamu, dan banyak kaum-mu?
Kebajikan bukan sebuah janji
Tapi perbuatan yang pasti
Buruk wajah tak masalah,
Asal jangan buruk hati
Kapan yang jatuh tak meratap
Yang lain bertepuk tangan
Dan kapan yang tumbang akan bangkit,
Jikalau hatimu penuh dengan dusta dan benci?
…….
Semua menjanjikan keselamatan
Tapi,……
Dia juga lah yang menentukan
Aku, kamu, dia, atau mereka,
Yang akan pergi ataupun tinggal
Yang akan dituai atau dibakar
Kalau pada akhirnya
Hanya Dia yang berhak memutuskan
Dan hanya Dia yang berhak menghakimi
Biarlah yang BESAR, dan MAHA DASYAT
yang menentukan....
Karena kita ini kecil, dan tak berarti
Dibandingkan-Nya…..
Jeritan seorang smile
Melihat semuanya porak poranda
Atas menjadi bawah dan bawah menjadi atas
Kedegilan dan kebinasaan menanti….
Kedegilan dan kebinasaan menanti….
Karena terang itu telah dibuang
Dicampakkan dalam lembah kelam
Agustus 2010-08-13
Sabtu, 10 Juli 2010
AKU MEMANG LAKNAT
AKU MEMANG LAKNAT
Manusia bodoh mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri
Melalui hidupnya dengan pesta pora
dan memulai hidupnya dengan dosa.......
Melalui hidupnya dengan pesta pora
dan memulai hidupnya dengan dosa.......
hahahahaha........................
...................
...................
..........
.....
Orang bilang kita harus menjadi orang baik,
Tapi aku enggan melakukannya
Tapi aku enggan melakukannya
Orang bilang aku harus bekerja dengan jujur,
Tapi, korupsi kulakukan juga
kitab suci bilang jangan berbuat cabul,
Dan jangan ingin berbuat cabul
Tapi aku suka lihat rok tersingkap
Dan paha putih mulus tertangkap mata
Kalau berbicara tentang sex tabu,
Dan lagi malu malu
Tapi download bokep jalan terus
Apalagi ada bintang dan selebritis beradegan syur….
Kitab suci bilang, berdamailah dulu dengan saudaramu,
Tapi aku malah mencacinya, dan terus mendendam padanya
Dan ketika kitab suci juga bilang jangan bersaksi dusta
Aku suka menipu, dan suka berbicara gombal, karena :
Nikmat rasanya.
Aku benci orang mencuri dirumahku,
Padahal kerjaku mencuri rumah orang
Aku kesal kalau orang membicarakan aku,
Tapi aku suka gossipin orang
Aku marah karena barangku habis dirampok
Tapi kerjaku juga merampok orang hingga tak tersisa,
Mau tau yang kusisakan?
Hanya nyawa mereka, itu juga kadang.
Istilah kerennya : lihat SIKON.
Aku suka banget mengintimidasi orang
tapi aku benci kalau orang mengintimidasi aku
Aku sering kasar sama orang, tapi...
Aku marah besar kalau orang kasar padaku.
Aku suka dipuji, dan dibilang hebat
Padahal aku ga pernah memuji orang
Dan malah suka menjatuhkan mental orang,
Dan malah suka menjatuhkan mental orang,
Lalu aku kacak pinggang,dan merasa aku ini tuhan.
Apalagi yang biasa aku lakukan?
Menghina orang.....!
yang nyata nyata jika aku dihina sedikit saja,
yang nyata nyata jika aku dihina sedikit saja,
Aku akan menghinanya seribu kali lipat!!!
Disaat orang sedih, aku gembira
Disaat orang menangis aku tertawa
Aku tidak suka melihat orang suka
Aku suka melihat orang tidak suka
Kalau aku bilang begini, dan orang bilang begitu
Aku katai saja orang itu sesat
Ditambah lagi bebal
Dan kubumbui lagi tolol, terakhir
Aku bodoh bodohi dia
Aku suka berbicara etika didepan orang
Tapi aku sendiri tidak melakukan etika sama sekali
Orang ga suka sama aku?
Aku akan lebih ga suka ama orang itu.
Buat aku, memukul orang itu nikmat
Menghajarnya dan menggebukinya, bikin puas diriku,
Tapi, kesenggol dikit aja,
Karena orang tidak sengaja menyenggolku,...
Aku akan naik pitam dan membalasnya tujuh puluh kali tujuh
Aku suka menasehati orang, tapi maaf...
Aku ga mau dinasehati.
Ogah,..i ‘m sorry goodbye....
Ga ada waktu.........
Aku suka dibantu orang, tapi lagi lagi....
Aku ga tertarik membantu orang....
Orang bilang tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah
Bagiku tidak, rugi,...enak juga tangan dibawah
Hanya menerima....dan tidak memberi...
Aku benci melihat pengemis,
Minta minta dan sungguh hina,
Tapi...aku pun sama...
Meminta minta dengan cara lebih elegan.
Kadang melihat orang berkarya
Dengan pikiran dan otaknya
Dengan dedikasi dan pengabdiannya,
Aku akan bilang,..bodoh.....
Aku malahan tukang copas
Aku malahan tukang copas
Buat apa berlelah lelah?
Cari inspirasi...dan menyendiri.
Lebih baik cari sensasi
Dengan jiplak sana jiplak sini
Instan dan akhirnya,..JADI....
Kadang orang bilang rencana (T)uhan indah pada waktunya
Aku bilang, rencanaku yang indah pada waktu yang kutentukan
Ga pake menunggu
Ga pake lama.
Kapan aku mau, terjadilah
Kalau nyawa bisa dibeli, aku mau beli yang banyak
Biar aku ga mati mati
Dan hidup sampai seribu tahun lagi
Dunia itu gemerlap
Isinya warna warni
Yang baik dan benar itu ga asik
Enak juga semau gue
Lebih asik, dan lebih penuh warna, juga warni
Kalau orang bilang,
Rajinlah beribadah
Aku lebih suka beribadah di discothique
Berangkat malam pulang pagi
Sarapan orang adalahkitab suci
Sarapan aku, vodka dan martini
Makananku kadang ekstasi
Hidup, enak bener gila!!!!
Saat terakhir aku ditanya, kamu manusia bukan?
Aku marah....
Aku kesal...
Ya jelas aku manusia
Aku bukan manusia dari debu dan tanah
Aku manusia yang punya daging dan darah
Aku, manusia perkasa!!!
Tapi yang bertanya padaku, mengulanginya lagi
Itu terjadi hingga tiga kali.
Dan aku pergi
Dan aku pergi
Buat apa meladeni.......
Sampai suatu saat aku seorang diri
Berpikir dan tiba tiba merenung
Apakah aku ini?
Ternyata,.......
AKU INI MANUSIA LAKNAT!!!
Apa yang seharusnya kulakukan?
-membunuh diriku sendiri,dengan menyuntik mati?
atau gantung diri?
atau gantung diri?
-meneruskan hidup ke-laknat-an ku?
-bercermin tanpa menginterospeksi?
-bertobat dan terima (T)uhan?
Nanti ah,...aku mau pikir pikir dulu,...
Yang lurus itu monoton
Yang berliku itu penuh sensasi...
Dan rasa yang tak terperi...
Maka,...
Lihat saja nanti,.....
Sebuah prosa
Prosa yang kedua
Ini bukan puisi
Cuma mau memberitahu, betapa laknat-nya aku ini
By smile
July 06th-2010
Langganan:
Postingan (Atom)
KEHIDUPAN
Kehidupan
View more presentations from myslideshareaccount333.












