CATATAN DARI PENULIS

Blog ini berisi tentang kumpulan puisi yang ditulis dan dibuat langsung oleh smile.

smile menyukai puisi, dan hanya bisa mengekspresikan diri melalui untaian kata dalam kalimat puisi.

Puisi yang bercerita tentang CINTA, KEBENCIAN,EMOSI,RENUNGAN,KESEDIHAN,HARAPAN, ANGAN DAN CITA CITA, PUJIAN ,DAN SEMUA ASPEK YANG TERJADI DALAM KEHIDUPAN.

Walau smile bukanlah siapa siapa dan bukanlah penyair kenamaan, tapi smile akan tetap dan terus berpuisi, dan bagi yang ingin mengunggah atau mengkopinya silahkan, asal meninggalkan pesan di kotak pesan atau mengirim email ke :
mr_smile333@yahoo.com
, dan semoga semua puisi yang telah ada dan akan terus ada, bisa menjadi inspirasi buat semua pengunjung setia blog smile " KUMPULAN PUISI-smile"

MengCopas tanpa ijin adalah suatu perbuatan memalukan yang menodai laskar pelangi anak bangsa.....


Terimakasih,
Salam Hangat



WORD of SMILE

Start every day with a smile and get it over with. ~W.C. Fields

A smile is an inexpensive way to change your looks. ~Charles Gordy

The robbed that smiles, steals something from the thief. ~William Shakespeare, Othello

Beauty is power; a smile is its sword. ~Charles Reade

A smile is the universal welcome. ~Max Eastman

You're never fully dressed without a smile. ~Martin Charnin

It takes seventeen muscles to smile and forty-three to frown. ~Author Unknown

All the statistics in the world can't measure the warmth of a smile. ~Chris Hart

Peace begins with a smile. ~Mother Teresa

peace,
smile

KUMPULAN PUISI BUATAN ASLI LASKAR PELANGI ANAK BANGSA

.

Senin, 06 Mei 2013

USTAD JEFRY AL BUCHORY "SO LONG"


Untaian kata itu terdengar dimana mana
Dari yang muda, maupun tua
Dari yang seiman maupun tidak,
Tiada, katanya, juga katamu, dan juga kataku,
Pergi,katanya, juga katamu, dan juga kataku,

Terlalu muda,
Terlalu cepat, kata mereka, juga katamu, lalu kataku,…
Sudah cukup, baginya, namun mungkin tidak bagimu.
Sudah tepat saatnya, ujarnya, namun bukan ujarmu, juga ujar mereka
Kembali, katanya, namun sangkalmu, juga sangkal mereka, lalu kemudian aku

Mulia, akhlaknya,
Karena semua terbuka pada akhirnya.
Menangis, isaknya, ketika menyebut namaMu
Berubah hidupnya, ketika bersungkur dikakiMu
Mungkin merubah banyak asa,
Juga arah, dan juga cara
Untuk mereka yang tersesat dan untuk mereka yang buta
Dicelikannya, walau hanya sesaat,tak lama

Bagi kami belum cukup, namun cukup baginya,
KEMBALI itulah kata terakhirnya,
Dalam sayup kejenuhan yang tersisa

Dari perjalanannya,
Mengarungi bahtera kehidupan,..
Terukir keindahan dan bekasan mutiara
Dalam hati insan manusia,

Sungguh, aku bangga padanya,
Walau iman kita tak sama,
Tapi simpatiku, dan apresiasiku,
Layak kupersembahkan untukmu
Saudaraku,sebangsa setanah airku,

Ustad muda penuh sensasi
Santun, dan berbudi pekerti
Akhlak mulia dan jiwa mengabdi
Namun harus pergi,…..
Meninggalkan mereka, kalian, kamu, dan juga aku
Meninggalkan bangsa dalam dahaganya iman terkoyak

KEMBALI, itu katamu,........
 
Selamat jalan, saudaraku,…
USTAD JEFRY AL BUCHORI








DARI, AKU
SMILE

Sabtu, 16 Februari 2013

You are nothing,but you feel to be something


Si upik menjadi punggawa,
Lupa diri, dalam pringgodani
Melantunkan banyak lagu sumbang
Namun merasa merdu syahdu
Tak lagi berbaju, karena tak punya malu
Menengadah hingga lupa menunduk
Ah,sungguh mengenaskan.

Sedangkan Semar tak lagi bijak
Namun mencari hikmat dirinya sendiri
Hari demi hari ditapaki,
Menyusuri aliran sungai Bengawan Solo
Mendaki dan menuruni Puncak Merapi
Hanya untuk memporak poranda bumi
Entah apa yang dicari,
Jika tindak tanduk bak kambing bandot

Lain lagi, beda lagi
Bima tak lagi perkasa
Harus merana dalam ukiran kayu jepara
Atau dalam halusnya sutra berbusa
Yang tersisa hanya suara, tanpa wujud perwira

Sedangkan Shinta tak lagi bersama Rama
Bertolak juga berbalik arah
Walau besar dalam lingkungan istana
Namun memilih hidup dalam eluan jelata
Emas dan pemata
Menjadikannya berbeda
Terpandang bak ratu kameswara
Namum pribadi menjad usang seperti dorna

Hanya tersisa satu menara
Yang terus terhimpit bukit dalam rimba belantara
Tersengal namun tidak mati
Tertatih namun tidak tercampak
Walau kadang menjerit pilu,
Atau berteriak histeris, menangis
Tersisa tetap dalam dunia fana
Dikalangan seantero tokoh idola
Yang menunggu titik darah yang penghabisan

Ini hanya sekelumit kisah
Dari yang tiada menjadi ada
Dari yang bukan siapa siapa menjadi siapa
Dari yang bijak menjadi pencuri kebajikan
Jika kamu bisa mengerti,
Atau pun memahami,
Oh, sungguh bobroknya kehidupan ini.


By smile
You are nothing,but you feel to be something,

Rabu, 02 Januari 2013

INI AKU, TUHAN!



Ketika aku sedang bersedih
Menangis dan mencucurkan air mata
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku merasa sesak
Karena begitu banyak masalah yang menghimpit hidupku
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku dipermalukan
Dan merasa tak dihargai
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku tidak bisa berbuat apa apa lagi
Dan merasa tak berguna
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku sedang bimbang
Dan merasa tak punya tujuan hidup lagi
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku sudah bosan dengan hidupku
Dan terus meratapi nasibku
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku sedang menghadapi berbagai masalah
Berteriak dan menjerit pedih
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku sedang berlari dari kenyataan
Dan memungkiri semua ketidakadilan dalam hidupku
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku sedang menghadapi kegagalan
Dan luput dari kesuksesan
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku sedang ditindas,
Dihina, dicaci dan dimaki
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku hidup dalam penantian panjang tak berujung
Dan melangkah tak tahu arah lagi
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku terjerembab dalam lembah dosa
Dan hidup dalam kenistaan dunia
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku sedang berusaha,
Mencoba dan terus berjuang untuk mendapatkan sesuatu
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Ketika aku sedang terharu,
Mengaduh dan mengeluh
Aku datang kepadaNya, dan berkata:
Ini aku, Tuhan

Tak pernah sesekali DIA menolakku
Atau pun melupakan aku
Walaupun tak jarang aku selalu melupakanNya
Dan juga tak jarang aku menjauh dariNya

Dia tetap ada,
Dan selalu hadir dalam hidupku.
Selalu membuka tanganNya menerimaku
Tanpa pernah sesekali pun meninggalkanku

Namun ketika aku bahagia,
Ketika aku sukses
Ketika aku mencapai semua keinginanku,
Menggapai dunia dalam genggaman tanganku
Tak sesekali ku mengingatNya
Atau pun bersimpuh di hadapan kakiNya
Mengucap syukur padaNya….
Atau bahkan bercerita kepadaNya!
Sungguh,

Di saat-saat itu, aku tak berkata, ini aku, Tuhan…
Di saat-saat itu aku tak berkata, terimakasih Tuhan
Di saat- saat itu aku tak mengucap syukur,
dan berkata, Syukur kepada Mu, Tuhan

Lalu kenapa Engkau tidak membenciku
Mengapa Engkau selalu menerima aku?

Dikala manusia menolakku
Mencaci makiku,
Menghardikku,
Memfitnahku,
Mencibirku,
Menghinaku,
Engkau selalu menerima aku dengan Besar Kasih setiaMu
Yang tak luntur dimakan waktu
Melebihi kasih seorang ibu

Tak ada rasa maluku
Untuk Engkau mengetahui semua aibku
Untuk Engkau mengetahui semua dosaku
Untuk Engkau mengetahui semua kejahatanku

Di kala manusia tak menerimanya,
Engkau tak sesekali pernah menolakku

Dikala manusia menghakimiku
Engkau tak pernah menyalahkanku

Dikala manusia melumatkan hidupku, hingga hilang tak berbekas
Engkau meremukan aku, hingga terbentuk menjadi baru

Sungguh, Engkau ini Tuhanku
Tuhan yang memerdekakan hidupku
Tuhan yang memanusiakan aku


INI AKU, TUHAN!


By smile
12 Desember 2012
12 – 12 - 12


Kamis, 26 April 2012

GITA SESA WANDA CANTIKA "KEKE"


Aku menangis,
Melihatmu begitu tegar menjalani kehidupan ini

Aku menangis,
Melihatmu begitu menderita menerima kenyataan pahit ini

Aku menangis,
Melihatmu terus tersenyum,disaat sebenarnya kamu menangis

Aku menangis,
Karena apa yang kamu alami,tak kuat untuk kualami

Hari lepas hari, berlalu
Dalam sisa hidupmu,
Walau bagi mereka tanpa kepastian
Namun bagimu penuh berjuta harapan

Begitu lelah,
Menapaki hari berlalu berganti hari

Begitu tegar,walau sejuta kepedihan terus menyelimuti
Dalam hari - hari penantianmu…
Untaian kata dalam berlembar kalimat
Tertulis menjadi saksi kehidupanmu
Menjadi prasasti sepeninggalanmu
Yang akan terus menjadi kenangan buat kami…

Perjuangan tiada henti mu
Dalam menghadapi berjuta liku rasa pedih, dan perih
Perjuangan tiada henti mu
Dalam menggapai angan berkilau bintang

Namun asa mu tinggal harapmu
Ketika Tuhan menginginkanmu
Tuk kembali berkumpul bersamaNya,
Hanya ikhlas yang aku punya, untuk sebuah pengorbanan tiada henti
Dari seorang gadis manis penuh budi pekerti

Selamat jalan
Keke,………….
Senyum manismu dari surga menghangatkan kami
Mengukir kebahagiaan dalam cerita singkat kehidupan seorang insani

Perjuanganmu
Pengorbananmu
Ketegaranmu

Akan selalu hidup dalam ingatan kami
Akan selalu terpatri dalam hati setiap kami
Kehidupan yang kadang kami sia-siakan secara tak pasti
Namun kini kami hargai,
Sekecil apapun yang terjadi, dalam kehidupan ini
Harus diperjuangkan dengan sepenuh hati.
Selamat jalan bidadari kecil….
Selamat jalan Keke….


Sebuah puisi untuk
Ananda Gita Sesa Wanda Cantika “KEKE”
1991 – 2006
Sebuah perjuangan seorang gadis yang luar biasa
Yang hidup dalam keberanian menghadapi kematian
Tegar, dan begitu tabah
Menghadapi semua kehendak Tuhan…….
Yang telah melawan kanker jaringan lunak ( Rhabdomyosarcoma )
Dengan ketegaran luarbiasa……
Selamat jalan anakku….
Selamat jalan sahabatku…..
Selamat jalan kekasih hatiku….
Selamat jalan adikku
Selamat jalan gadis manisku


By smile
27 April 2012

Jumat, 02 Maret 2012

NEGERI ENAM MENARA

















Gemerincing lonceng dalam balutan wangi dupa
Memecah roti dalam kekhusukan dinding tua
Teralirkan darah dalam cawan anggur
Terpaku dalam derita bertetes peluh bercampur darah
Untuk satu kebebasan dari maut hidup manusia
Walau kini terpecah dua
Namun tetap satu makna,satu rasa,satu asa

Menengadah ke cakrawala
Dalam lantunan hymne dan pengosongan jiwa
Berdiam diri dalam kekarnya beringin tua
Mencari kedamaian, menembus nirwana

Sembah sujud dalm wangian kembang beragam
Alam dalam satu sembah
Manusia dalam satu rencana
Dan panutan dalam banyak rupa
Menuju suatu harmoni dalam keselarasan semua umat manusia

Satu dalam banyaknya warna
Taat dalam semesta tunggal kuasa
Tiada Tuhan selain Allah
Dalam ketaatan berwaktu lima

Pencipta dalam banyak nama
Kuasa dalam banyak sosok panutan mulia
Sujud sembah mencapai sorga
Dalam beragam dupa dan wangian senja

Inilah NEGERI ENAM MENARA
Dalam satu wadah pijakan tanah
Berbalut birunya samudra

Jika mereka mengatakan lima,bagiku enam adalah sempurna
Selaras bergandengan dalam pelukan mesra
Menangis, dan tertawa
Dalam haru dan riang canda

Inilah NEGERI ENAM MENARA
Dalam balutan semerah darah
Dan seputih salju
Tercengkram dalam cakar kokoh bermerah pita
Terbentang dari utara sampai selatan
Dari barat sampai ke timur
Berkilaunya negeri zamrud katulistiwa

Jika keindahan itu pergi oleh angkara murka
Untuk apa menjadi negeri enam menara?
Bagiku biarlah bukan bagimu
Asal rapat genggaman tangan tak terlepas dalam tipu daya
Dan biarkan intaian kedengkian pupus sirna
Oleh rasa dalam ungkapan jiwa manusia
Yang terikat dalam rantai beranyam sutra
Lembut berbaur dalam langit biru

Indahnya NEGERI ENAM MENARA
Jika semua merasa hangat dalam pelukan mesra
Berdiri dalam satu degup barisan
Bukan manusia melawan manusia
Bukan kitab melawan kitab
Bukan aku melawan kamu
Tapi kebaikan melawan keburukan
Dan kebenaran melawan semua ketidakbenaran
Biarkan kejujuran berperisai akhlak
Sehingga semua untuk satu, dan satu untuk semua

Indahnya NEGERI ENAM MENARA…….


Maret 3rd-2012

Jumat, 10 Februari 2012

AKU MASIH PERAWAN

Hingar bingar sudut kota
Dalam balutan cahaya metropolitan
Hura hura dan pesta pora
Larut dalam kenikmatan insan manusia

Surga dalam dunia
Kenikmatan dalam berbagai dimensi dan warna
Menghambur bak pasir di lautan
Kelam, dalam gemerlap

Ketika kesucian dalam diri sudah tiada
Atau harta berharga yang hilang dalam pelukan nafsu
Tak ada lagi airmata tersisa
Karena semua nampak biasa dan tanpa makna

Mempertahankan kesucian seorang anak gadis
Dalam rimba belantara dosa
Bak jarum ditumpukan jerami
Atau sebuah onta masuk ke lubang jarum

Tak bisa!
Tak kuasa….
Tapi aku bertahan diantara yang tiada
Dalam kemunafikan cemooh para manusia

Ini sebuah cerita,
Tentang perawan menjaga harta
Yang tak bisa ditukar dengan uang bahkan permata
Bertahan sampai pada kesudahannya

Aku menjerit ketika semua menghimpit,
Menghujam dada, menyesakkan tubuh tua yang berbaring

Sekarat menunggu mati,
Apa daya,…..
Atau karena tuntutan jaman
Dalam pergaulan selebrita
Dalam kebebasan ibukota,…..
Atau, karena mereka namakan CINTA?
Yang rela memberi segalanya?

Ini saatnya,angka demi angka terpatri
Menjadi sebuah bukti menagih janji..
Oh gusti,
Tuhan Semesta alam,

Lidah ini kelu untuk berteriak,
Airmata ini kering untuk diteteskan
Hati ini remuk redam berantakan,
Bisakah aku bertahan….
Bisakah aku tersenyum dalam kepiluan hati yang membakar jiwa?

Tuhan,
Ini hambamu yang kecil dan hina,
Yang sungguh tak tahu lagi kemana harus berpaling
Dan harus bertumpu dalam kalimat doa?
Apa artinya kehormatan
Jika bagi yang lain itu hanya sebuah kata kecil dalam dunia
Aku tak bisa,….

Namun aku tak kuasa
Kematian atau kehormatan
Karena seperti buah simalakama
Dimakan ibu mati, tak dimakan bapa tiada.
Apakah ini sebuah akhir,
Ataukah sebuah awal,
Hanya waktu yang bisa menentukan,
Awal, atau akhir
Mati atau hidup kembali,……

Aku, masih perawan.

















Senin, 23 Januari 2012

Apakah Aku Ateis?


Aku tercengang,
Melihatnya berkata,”aku ateis”
Kukrenyitkan dahiku, ketika dia berkata, Aku tak ber(T)uhan
Aku tak beragama, dan itu keyakinanku, demikian pengakuannya…

Lama aku merenung,
Berpikir tentang dahsyatnya sebuah kata
Yang teruntai dalam untaian kalimat

Begitu sederhana,tapi mengguncang dunia
Begitu singkat, tapi memerahkan semua telinga.

Aku kembali merenung
Namun kini sambil berandai

Jika aku yang ateis?
Apakah aku jadi berdosa?

Lebih berdosa manakah,
Yang ber(T)uhan tapi melakukan kejahatan?
Yang beragama,tapi melakukan :
Pemerkosaan?
Pembunuhan?
Merampas hak orang?
Pencurian, korupsi penuh kenistaan?
Mencaci maki, iri dengki….

atau yang tak ber(T)uhan, tapi hidup seperti orang beradab....?
Yang tak beragama namun tahu itu namanya dosa?
Apakah karena aku tak ber(T)uhan, dan juga tak beragama
Maka aku tak diterima diufuk jauh disana…
Atau jika aku ber(T)uhan, dan taat beragama
Lalu apakah aku pasti masuk surga,…
Jika hidupku penuh kejahatan berbalutkan kedengkian?

Mungkin aku mencibir,
Mungkin orang gundah gulana
Melihat yang salah berkata-kata

Tapi, siapakah aku,
Dan siapakah kamu?
Jika mengukurkan kesalahan pada sesama
Karena pantaskah aku menjadi hakim,
Dan kamu menjadi terdakwa?

Hinakah dia melebihi, aku?
Atau…
Hinakah aku melebihinya?

Malukah aku, ketika kamu tahu
Aku ber(T)uhan dan kamu tidak?
Tapi tingkah lakuku lebih setan daripada iblis?
Malukah aku, ketika kamu tahu
Aku beragama namun bejat dan bersembunyi dalam topeng keagamaanku?

Apakah aku ateis,
Melebihi kamu?
Renungkanlah ini.

Jika memang aku tak lagi punya malu,
Biarlah (T)uhan menciptakan hanya satu saja lubangku.
Lubang untuk mengisi perutku
Dan lubang untuk membuang kotoranku.

Apakah kamu ateis,
Namun aku yang ber(T)uhan dan beragama
Lebih hina daripada kamu?

Apakah aku ateis?
Renungkanlah ini.
Karena setiap orang yang bisa menjawabnya 
Dari pribadi lepas pribadi
Dari hati ke hati










23 Januari 2012

Sabtu, 31 Desember 2011

SELAMAT TAHUN BARU 2012 INDONESIA

 
Kilas balik waktu demi waktu
Napak tilas perjalanan bangsaku
Dari prestasi sampai petaka
Bahkan bencana
Semua terjadi, tapi
Negeri ini masih terpuruk
Dalam atmosfir korupsi,dan anti sosial
Hukum tak lagi berjalan selaras
Yang berharta diatas, yang tak punya tertindas
Pasal dapat dijual-beli
Undang-Undang bukan lagi
Pohon beringin yang menancap bumi pertiwi
Pemimpin hanya bertutur tanpa berprilaku
Menjaga wibawa,tanpa rasa malu

Timur Tengah begitu bergolak,
Ketika rakyat tertindas dalam tirani
Bakar diri jadi pemicu revolusi

Tapi tidak di negeri ini

Dikala seorang pemuda menjemput ajal
Dan bukan ajal yang menjemputnya,dalam balutan nyala api
Semua berlalu, dan penguasa tetap diam dalam kelu

Menjadi martir untuk bangsa barbar???

Siapa kuat akan berkuasa
Siapa lemah, nyawa tak berarti apa-apa

Waktu demi waktu,terus berlalu
Rakyat dalam bangsa
Meregang nyawa

Rakyat dalam bangsa
Menangis pilu

Rakyat dalam bangsa
Tertindas,dalam pijakan penguasa

Rentetan tembakan,
Tendangan,penghinaan,caci maki dan intimidasi
Diterima rakyat dalam ketidakberdayaan

Tatkala aparat bukan menegakkan hukum
Tetapi merasa menjadi HUKUM itu sendiri
Terpuruklah negeri ini

Semua telah berlalu….
Biar lembaran kelam kelabu
Sirna dalam lembaran masa lalu

9
8
7
6
5
4
3
2
1
Selamat Tahun Baru 2012 Indonesiaku

Semoga lembaran putih di tahun baru
Tak akan tercemar dengan :

Kebengisan aparat penegak hukum
Ketidakpedulian penguasa terhadap kemiskinan
Kerakusan akan harta sehingga korupsi merajalela
Murkanya sang alam menebar bencana
Kesesatan dalam kedok terorisme
Kenistaan prilaku dengan maraknya pemerkosaan
Ketidakadilan dalam penindasan
Pesta pora diatas linangan air mata bangsa


Dan secercah harapan untuk Indonesia tercinta
Untuk hadirnya Pemimpin yang berwibawa
Yang tak tuli mendengar jeritan rakyat
Yang tak buta melihat penderitaan dan kemiskinan rakyat
Yang tak bisu membela hak-hak rakyat
Yang tak gentar membela rakyat
Yang tak bersandiwara dalam memimpin semua bangsa dalam negeri tercinta
INDONESIA

Dan kiranya, Tuhan Yang Maha Kuasa
Akan membuat semua menjadi nyata
Sehingga Indonesia tak perlu berduka
Yang terus hidup dalam sandiwara

Semoga semua indah pada waktunya…..
Mari kita songsong dengan semua asa
Untukmu Indonesia tercinta



.............
Didedikasikan untuk semua saudara sebangsa setanah air

Untuk pengorbanan mereka yang mengabdi kepada bangsa tanpa kenal lelah

Untuk Sondang  Hutagalung 
yang berkorban demi tak butanya lagi pemerintah akan jeritan rakyatnya

Untuk semua wakil rakyat yang menyuarakan keadilan dan mengedepankan kepentingan rakyat 

Untuk semua wakil bangsa dalam bidang olahraga, seni dan budaya

INDONESIA….Merdeka



by

Jumat, 23 Desember 2011

IBU



Merenda hari,
Dengan jari jemari yang sudah kaku

Melewatinya,
Dalam seribu satu bahasa kalbu
Dalam belaian seputih salju
Dalam rindu, aku mengenangmu

Ketika guruh meronta berlapiskan kilatan
Kau memelukku, dalam ketidak berdayaanmu

 











Melangkah, walau sering terantuk batu, untukku
Meneteskan,kesedihan dalam butir air mata, juga utukku
Mengitari jagat,
Melanglang buana,
Mencari keteduhan dari terik sang surya yang marah
Untuk melindungiku
Menutupi guyuran bulir-bulir tercurah agar kering tubuhku
Gemeretak gigilan beku,mendekap erat aku










Ketika ada dua bulir dalam piring periuk
Kau berikan tak bersisa, untukku

Kasih setiamu
Sepanjang jalan dalam liku kehidupan
Tak terukur dengan hanya sepanjang tangga dariku

Kelembutan dalam balutan kulit keriput,tua renta
Sepancar senyuman penuh kasih indah terukir slalu
Sampai pada akhir menjelang waktu
Kau berpulang dan pergi jauh
Tinggalkan aku dalam erangan membahana bumi
Tak lagi ada dekapan erat penuh haru
Tak ada lagi tatapan putih sebersih mega di cakrawala
Untukku


Karena yang tersisa cuma aku
Dalam memori kenangan syahdu
Yang terukir manis dalam hati sanubariku, anakmu
Yang membekas kelam bagai mangsi tumpah
Dalam secarik kain bersih berselimutkan sutra,

Aku tahu, senyummu dari tempat nun jauh tinggi disana
Menghias langit dalam raga debu jatuh ke bumi
Aku tahu dekapan tetap erat, meyelimuti siang dan malam
Dalam kehidupan ku

Untuk mu ibu,
Wanita terindah dalam hidupku
Sumber inspirasiku
Prasasti bukti cinta terbesar dalam hidupku

Untukmu ibu,
Wanita terkuat dalam lika liku jalan kehidupan
Yang tak pernah gentar menghadapi mentari bersinar
Berdiri tak bergeming dalam kelembutan cinta
Bersabar dalam panjangnya jembatan penuh aral dan batu
Untukmu ibu,
Malaikat dalam paras manusia tak berdaya
Pelindung dalam kerapuhan kodrati
Tapi sekali lagi
Lebih perkasa dari panglima dalam medan laga
Lebih kuat dari pohon beringin yang kekar menancap bumi

Untukmu ibu,
Yang terkasih dan tak akan pernah tergantikan
Oleh apapun
Dalam kehidupan ku.

Terimakasih ibu….
Aku mencintaimu,
Dalam kerinduan tak berujung labuh.




 When her house was falling, she used her body to make a cover to protect her son.

The medical doctor came quickly to exam the little boy. After he opened the blanket, he saw a cell phone inside the blanket. There was a text message on the screen. It said,” If you can survive, you must remember that I love you.” This cell phone was passing around from one hand to another. Every body that read the message wept. ” If you can survive, you must remember that I love you.” Such is the mother’s love for her child!! 

Keterangan gambar :Seorang ibu yang mati mendekap anaknya ketika sebuah bencana alam terjadi menimpa mereka



UNTUK SEMUA IBU DI DUNIA
SELAMAT HARI IBU.
22 DESEMBER 2011

by :
 






The WORLD of smiLe

The WORLD of smiLe
Tell evertthing about words

LASKAR PELANGI ANAK BANGSA's Blog